3rd Trimester

Dear Readers,

Maafkaaaaaan saya yang sudah absen 2 bulan menulis blog hehehe. ¬†Di satu sisi saya sedang padat mengurus online shop saya, di sisi lain tiap weekend ada aja yang harus diurus berkaitan dengan kehamilan ūüôā

Anyway, sekarang saya sudah memasuki minggu ke 33…istilahnya 8 bulan lebih 1 minggu! time flies ūüôā . ¬†Saya juga nggak menyangka kemarin-kemarin masih menunggu tendangan si kecil while sekarang sudah sangat terbiasa dan kadang meringis sendiri kalau si kecil mulai ‘berputar’ didalam sana.

Nah, apa saja sih yang saya rasakan di trimester ketiga ini?

Kondisi Fisik Menurun

Ini nggak bisa dihindari… faktanya kalau sedang hamil tubuh kita jadi lebih sensitif dan rentan penyakit, ini saya rasakan sekali. ¬†Sebelum hamil makan es krim masih okelah walaupun dihindari untuk terlalu sering karna saya ada amandel. ¬†Saat hamil ini saya hanya mencoba es sedikit saja tenggorokan saya rasanya sudah meradang. ¬†Jadi mau nggak mau saya harus menghindari es dan gorengan terlalu banyak. ¬†Oiya obat manjur alami buat saya hanya madu dan sari kurma saja hehe.

Pelvic Pain

Gosh, ini yang saya nggak antisipasi. ¬†I don’t know the pelvic pain would be this bad. ¬†Saya pikir cuma ngilu-ngilu biasa aja. ¬†Tapi ternyata ini ngilu sekaliiiiiii.. ditambah posisi bayi saya yang masih sungsang menambah rasa sakit di bagian pelvic. ¬†Untuk jalan saja rasanya sulit makanya even dirumah pun saya males jalan kemana-mana ūüė¶ . ¬†Untuk mengatasi ini saya bertanya pada instruktur yoga hamil saya gerakan-gerakan apa yang dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.. and it works! memang nggak hilang 100% sih tapi membantu sekali mengurangi ngilu nya.

Sulit Mencari Posisi Tidur

Setiap ibu hamil pasti tau sulitnya mencari posisi yang nyaman saat tidur. Lalu saat sudah nyaman ingin ke toilet hahaha itu selalu terjadi dengan saya. Tapi satu hal, saya nggak tau kenapa memang di trimester ketiga ini saya jarang back pain.  Aneh ya? disaat ibu hamil lain justru mengeluh sakit pinggang.  Saya juga nggak paham apa karena saya yoga atau karena bantal ini :

mc wedge pillow

Namanya Mothercare Wedge Pillow kalau tidak salah.  Awalnya saya membeli bantal ini sebagai support pillow di mobil.  Tapi ternyata malah kurang nyaman hehehehe jadi saya pakai untuk tidur dan mengganjal bagian pinggang bagian kanan (karena kalau tidur menghadap kiri sekarang pelvic saya sakit sekali).  Anehnya saya tidak pernah merasa sakit pinggang sejak saya tidur dengan bantal ini..alhamdulillah.

Yoga

Sebenarnya saya juga nggak rajin-rajin banget yoga.. hanya seminggu sekali saat suami bisa mengantar.  Tapi menyenangkan sekali ikut yoga karena bisa bertemu dengan sesama ibu hamil, berbagi cerita, bertanya-tanya (apalagi untuk calon ibu baru seperti saya), sekaligus berolahraga.  Saya biasa yoga di nujuhbulan, lebih tepatnya di bintaro karena suasananya yg homey sekali dan santai.

Semakin Jarang Bepergian

Jujur saja saya sangat jarang bepergian saat trimester ketiga ini karena takut kelelahan. ¬†Some people understand, some people judge, but whatever. ¬†Bagi saya, kehamilan ini yang utama. ¬†Saya juga selalu diantar suami atau supir ¬†atau keluarga kemanapun saya pergi. ¬†Bukannya gimana-gimana, emangnya kalau saya tiba-tiba jatuh atau mules atau apa siapa yang mau bertanggung jawab? . ¬†Menurut saya, sebagai ibu hamil kita berhak untuk sedikit egois, karena didalam tubuh kita ada 2 nyawa.. so please be smart for the sake of yourself and your baby. ¬†Saya nggak mengatakan bahwa kita nggak bisa atau nggak boleh kemana-mana di trimester ketiga ini, tapi berikan batasan sampai mana tubuh kita mampu dan kondisi apa yang kira-kira memungkinkan untuk kita bepergian. ¬†Nggak mau menyesal di kemudian hari kan? ūüôā

Love Yourself Unconditionally

Selama hamil tentu banyak sekali perubahan pada tubuh kita, seperti jerawat, stretchmark, kulit yang kusam, kaki yang bengkak, dan banyak lagi.  I do feel uncomfortable sometimes.  Merasa diri nggak cantik lagi, bentuk badan semakin nggak karuan, macem-macem pokoknya! .  Disinilah menurut saya kita harus tetap percaya diri dan menyayangi diri kita apa adanya.  Tentunya dukungan orang sekitar kita dapat mempengaruhi pikiran kita.  Lucky me, my husband always say i am beautiful every single day though i am a tiger momma now :p. 

Nggak berasa sebentar lagi yang di perut bisa dipeluk-peluk hehehe.. bismillah semoga lancar semuanya. ¬†Nggak sabar untuk share foto baby pas udah lahir nanti ūüôā

with love,

signature 1

 

Dr Benny Johan Marpaung’s Review

Dear Readers,

Kali ini saya mau review Obgyn saya, Dr Benny dan sharing tips memilih Obgyn. Kebetulan ini adalah kehamilan pertama saya jadi masih agak-agak parno hehe.  Alhamdulillah langsung dapet obgyn yang pas nggak pake gonta ganti dulu.  Padahal banyak banget kasus yang obgyn nya begini begitu di forum internet.  Nah sebenarnya apa sih yang jadi pertimbangan saya dalam memilih obgyn?

  1. Klop dengan RS yang diinginkan

Sebenarnya pemilihan obgyn dan rumah sakit ini saling berkaitan sih.  Jadi yaa saling beriringan gitu jangan sampai kamu inginnya di RS A eh obgynnya nggak praktek disitu hehe.

2. Jadwal praktek tiap hari

Entah kenapa saya lebih sreg sama obgyn yang jadwal prakteknya tiap hari.. in case something happens jadi bisa ke dokter anytime.  Udah gitu antrian hari biasa juga umumnya tidak sepanjang antrian di akhir minggu jadi lebih memudahkan.

3. Antriannya logis

Kenapa saya bilang logis? soalnya saya beberapa kali ke obgyn ada dokter yang antriannya panjaaaaaang banget.  Lebih tepatnya dulu sebelum saya memutuskan dengan dr Benny saya hampir saja memilih dokter yang antriannya bisa sampai jam 11 malam.  Duh kayaknya kalau antriannya kelewat panjang bisa-bisa kita keburu capek duluan menunggu.  Selain itu karena banyak pasien konsultasinya terkesan terburu-buru dan mengejar waktu.  Nggak nyaman banget kan.

4. Review yang baik

Nah soal ini harus banyak-banyak membaca ya.. baca aja di forum-forum female daily dan the urban mama.  Disitu banyak yang sharing seputar obgyn dan obgyn andalannya masing-masing.  Usahakan memilih yang review nya baik jadi nggak gonta-ganti nantinya.

5. Terbuka dan mau menjelaskan

Hal ini saya rasakan banget di kehamilan pertama ini yang apa-apa serba membuat deg-degan.  Jadi mau nggak mau banyak bertanya ke dokter tentang berbagai hal menyangkut kehamilan.  Dokter yang baik harusnya mau menjelaskan dengan detail yang ditanyakan pasien dan yang paling penting penjelasannya nggak membuat pasien panik hehe.  Soalnya ada lho yang obgyn yang kalau menjelaskan terkesan menakut-nakuti dan bikin down ibu.

6. Bisa dihubungi kapan saja

ini PENTING BANGET ya buibu.  Kalau saja (amit-amit) terjadi hal yang diluar biasa kita bisa langsung tanya lewat sms, telp, atau wa.  Ada obgyn yang nggak mau memberikan kontak pribadinya atau kalau dihubungi susah dan baru dibalas lama sehingga menyulitkan kita untuk bertanya.  Jadi hal ini baiknya ditanyakan sejak kontrol pertama untuk berjaga-jaga.

7. Spesialisasi dokter

Untuk saya pribadi, salah satu alasan mengapa saya memilih obgyn saya saat ini adalah karena beliau juga menjadi dokter di klinik fertility.  Karena ketika saya pertama cek kondisi rahim ke obgyn belum dalam keadaan hamil maka jika ternyata ada hal terkait kesuburan yang butuh dr dari fertility beliau dapat membantu.  Nah untuk kalian yang mungkin ada keluhan tertentu atau ada spesialisasi tertentu yang kalian butuhkan mungkin hal itu dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam memilih obgyn.

Review dr. Benny Johan Marpaung

Jujur review dr Benny di internet hanya 1. ¬†Iya cuma satu aja hehehe tapi alhamdulillah positif dan begitu melihat jadwal praktek tiap hari serta keikutsertaan beliau dalam klinik fertility saya menjadi mantap memilih dr Benny. ¬†Kesan pertama ketika bertemu dengan beliau adalah CERIA BANGET! begitu masuk ruangan saya disambut dengan riang dan ditanyakan keluhan apa yang saya alami. ¬†Suasananya pun berubah manjadi relaks dan santai untuk bertanya (malah kadang saya yang jadi bingung mau nanya apa lagi). ¬†Intinya beliau memenuhi semua kriteria yang saya inginkan deh.. terbuka, antriannya logis, terbuka, spesialis fertility juga, dan dapat dihubungi kapan saja..semalam dan sepagi apapun hehe.. responnya juga cepat. ¬†Oiya beliau ini juga nggak memberi saya obat banyak-banyak.. jadi seperlunya aja. ¬†Bahkan saya tidak diminta untuk tes lab segala macam, ketika saya bertanya mengenai hal tersebut beliau menjawab kondisi kandungan saya baik-baik saja sehingga tidak perlu cek lab karena biayanya yang juga tidak sedikit (YAY). ¬†Makin jatuh cinta deh hehe. ¬†Suami juga langsung sreg dan berencana untuk kontrol terus dengan beliau. ¬†Tulisan saya di blog ini tidak diminta oleh siapa-siapa lho ya murni karena pengalaman saya pribadi..jadi yang mau coba untuk kontrol ke beliau sok atuh ūüôā

Bahkan dr Benny nggak keberatan diminta foto hahaha
Bahkan dr Benny nggak keberatan diminta foto hahaha

 

Cheers,

signature 1

Welcome to The Second Trimester!

Dear Readers,

Wah rekor nih setelah dilihat-lihat saya terakhir kali nulis 17 hari yang lalu! harus mulai komitmen menulis lebih sering lagi nih hehehe. ¬†Anyway, BIG YEAY! . Itu adalah ekspresi saya di trimester kedua ini. ¬†I’m so so soo happy with my pregnancy. ¬†Alhamdulillah bisa melewati trimester pertama tanpa muntah yang kelewat banyak. ¬†Sekarang mulai bisa makan apa aja yang ada di meja jadi nggak nyusahin orang-orang sekitar juga hihihi (setelah kemarin-kemarin pernah seminggu lebih cuma bisa makan pepes ayam aja -_-). ¬†Jadi, di trimester kedua ini overall :

  • Selera & Frekuensi Makan 2x Lipat

Beneran deh ya.. kayaknya yang ada dipikiran cuma makan, makan, dan makan haha.  Tapi anehnya pas kontrol dokter terakhir berat saya turun sedikit (walaupun berat baby nya sedang), mungkin karena saya nggak banyak makan manis-manis kayak cokelat atau es gitu ya.  Saya pernah baca yang menambah berat baby itu adalah makanan berat seperti protein bukan yang manis-manis.   Iseng baca-baca di instagram ada yang usia kandungannya 24 minggu tapi sudah naik 19 kg while saya 17 minggu baru naik 3 kg saja!  setengah nggak percaya dan takut baby nggak tercukupi nutrisinya, tapi saya nggak merasa kurang makan juga selama hamil ini.  Jadi berpikir positif saja deh.  Semoga saja berat baby bisa cukup tanpa saya harus naik berat badan sampai 20kg hehehe.

  • Mual Berkurang

Alhamdulillah banget mual dan rasa ingin muntah mulai hilang sekarang jadi sudah bisa mulai makan sayur dan sari kacang hijau hehe.  Sekarang juga saya sudah bisa makan pempek dan cuka padahal sebelumnya anti banget.  Nah yang belum ada rasa ingin makan itu telur nih..  kemarin-kemarin mencium bau nya dari jauh saja sudah mual dan kalau saya makan yang mengandung telur bisa langsung muntah, jadi masih agak takut untuk makan telur lagi hehe.

  • Kedut-kedut di Perut

Sebenarnya nggak terasa sama sekali kedut-kedut di perut ini, tapi kok kalau lagi tiduran dan melihat ke arah perut seperti berkedut gitu.. apa ini jantungnya baby yah? hihi saya dan suami suka iseng melihat kedut-kedutnya dan amazed ada makhluk kecil didalam sana ūüôā

  • Getting More Excited with USG

Saya pernah cerita kalau saya dan suami hobi banget sama USG.  YEP! habis gemes banget.. dan di kandungan saya yang memasuki trimester kedua ini baby nya sudah semakin besar dan semakin terlihat pergerakannya ketika USG.  Bahkan saat terakhir USG kemarin terlihat sedang menyilangkan kaki, gemes banget!

  • Kulit Kering dan Berjerawat

Duh kulit saya sekarang ini….. no comment deh. ¬†Bruntusan whiteheads dimana-mana dan kulit badan juga menjadi kering. ¬†Komitmennya tetep mau cantik pas hamil jadi sampai sekarang masih mencari-cari solusi nya hehe. ¬†Karena kemarin-kemarin saya sempat tidak cocok memakai skincare dan breakout juga jadi tambah kacau balau deh. ¬†Next post nanti saya akan bahas lebih lanjut mengenai skincare untuk ibu hamil ya. ¬†Walaupun sampai sekarang masalah yang satu ini belum bisa terselesaikan ckckck.

  • Lebih Hati-hati

Jadi ceritanya pas trimester pertama bisa dibilang kehamilan saya agak ‘badak’ ya.. jalan dari pagi sampai malam masih ok (tapi nggak tiap hari sih paling sekali atau 2 kali seminggu gitu), nah sekarang masih berpikiran yang sama dong. ¬†Ternyata oh ternyata kemarin-kemarin karena sempat ‘accident‘ sedikit dan saya yang sering naik turun tangga dirumah jadilah malamnya perut saya kaku. ¬†Udah gitu pas paginya perut bagian bawah rasanya mau copot. ¬†Langsung deh kapok dan bed rest. ¬†Jadi buibu jangan kelewat aktif ya.. tetep sadar kalau di perut ada baby.. hahaha.

Bener banget kalau yang dibilang di buku-buku trimester kedua adalah yang paling menyenangkan. ¬†Soalnya di trimester ini kita mulai nyaman untuk makan dan baby yang makin besar juga bikin makin semangat dan happy! ¬†Kalau saya pribadi yang paling menyenangkan itu melihat baby bump nya hahaha. ¬†Kayaknya kemarin-kemarin belum terlihat eh sekarang udah makin ndut aja perut nya ūüôā

Sehat-Sehat ya Sayangnya Papa Mama :*
Sehat-Sehat ya Sayangnya Papa Mama :*

See you on the next post!

Cheers,

signature 1

 

Say Hello to Week 5 – 11

Dear Readers,

Time flies. ¬†Saat ini usia kandungan saya telah 11 minggu. ¬†Sebenernya hampir sama dengan post – post sebelumnya, badan saya masih pegal – pegal dan perut juga masih mual. ¬†Nggak sabar rasanya untuk segera mengakhiri masa-masa mual ini supaya bisa makan yang lebih bergizi ūüė¶

Oiya untuk badan pegal-pegal (terutama pinggang) saya mencoba anjuran salah satu dokter yaitu dengan makan melon dan pir berikut dengan bagian bawah melon (persis setelah kulit) yang agak keras dan bagian kulit pir juga dimakan.  Hasilnya pinggang saya nggak pegal lagi dan frekuensi BAB lebih teratur (karena biasanya ibu hamil mengalami sembelit).

Satu hal yang paling dinantikan ketika hamil muda adalah….USG! hahaha. ¬†Saya dan suami¬†excited¬† banget untuk pergi ke dokter dan melihat perkembangan¬†baby. ¬†It’s just so amazing to see the growth, the heart beat, the movement… can’t wait for another visit!

IMG_0456
7 Weeks
IMG_0457
9 Weeks

Reaksi ketika melihat hasil USG…. GEMES! haha. ¬†Pas 7 minggu baby masih keciiil banget while di 9 minggu sudah mulai bergerak-gerak (makanya gambar nya nggak jelas dan agak sulit nge klik pas di jantung nya :D). ¬†Jadwal USG berikutnya masih 2 minggu lagi nih.. nggak sabar hehehe.

Anyway, nggak ngerti saya aja yang kelewat rajin dan excited¬†atau gimana, tapi saya sudah selesai list perlengkapan¬†baby¬†lho.. hahaha. ¬†List ini sudah saya lengkapi dan merupakan campuran dari beberapa blog dan list perlengkapan baby lainnya. ¬†Jadi insya Allah sudah lengkap. ¬†Kalau ada yang kurang please let me know ūüôā

List perlengkapan baby bisa di download disini .

Cheers,

signature 1

The Art of Having Nausea During Pregnancy

Dear Readers,

Mengalami mual dan muntah merupakan hal yang wajar dalam setiap kehamilan.  Sometimes i do want to throw up when the nausea becomes worst.  Alhamdulillah pada kehamilan saya yang hampir 10 minggu saat ini, saya hanya muntah 4 kali, 1 kali di food court pameran, 1 kali di food court mall, dan 2 kali dirumah.  Kalau mual nya sih jangan ditanya, hampir setiap waktu saya mengalami mual hehe.  Kok bisa sih cuma muntah 4x sampai sekarang? saya malah lebih heran lagi sama yang nggak mengalami mual dan muntah sama sekali hehehe.

Faktanya, reaksi dari perubahan hormon selama kehamilan dirasakan setiap orang berbeda-beda.  Ada yang mual banget sampai 3-4 kali muntah dalam sehari, ada yang nggak mual dan muntah sama sekali, ada yang di awal kehamilan nggak mual tapi baru mual di akhir masa kehamilan, dan ada juga yang medium kayak saya mual dan muntah tapi masih dapat diatasi.  So, i have a few tips untuk mengatasi mual dan muntah ini:

  1. Setiap orang punya respon berbeda terhadap perubahan hormon.  Jadi jangan terpengaruh lingkungan yang bilang kalau kamu pasti akan mual di bulan-bulan pertama kehamilan.  Sugesti positif diri sendiri kalau kamu punya case berbeda.  Ibu dan mertua saya selalu bilang kalau mual dan muntah pasti terjadi sampai kehamilan 4/5 bulan.  Tapi saya nggak mau terpaku dengan itu, karena saya akan punya case berbeda, saya akan mampu melewati masa kehamilan ini tanpa mual dan muntah yang parah.

2. Saya selalu membayangkan makanan yang saya inginkan dahulu sebelum makan.  Memang sih jadi sedikit merepotkan tapi saya percaya makanan yang masuk tanpa dimuntahkan akan lebih baik daripada makanan yang masuk sebentar trus muntah lagi.  Ini bukan ngidam atau apa, tapi for the sake of the baby, coba untuk makan makanan yang dalam pikiran kamu bisa makan dan nggak dimuntahkan lagi.

3. Makan sedikit-sedikit tapi sering.  Jangan makan ketika udah laper banget, tapi ketika kita merasa akan lapar.  Jadi bawa cemilan kemanapun kita pergi supaya bisa ngemil anytime hehe.

4. Selalu bawa plastik kecil dan tisu basah+kering.  Kita nggak pernah tahu kapan mual kita akan bener-bener nggak bisa ditahan dan akhirnya muntah.  Jadi selalu bawa plastik untuk jaga-jaga dan tisu basah serta kering untuk membersihkan tangan dan mulut kita.

5. Selalu isi kembali perut kita setelah muntah.  Karena isi perut kita sudah dikeluarkan ketika muntah, jadi setelah istirahat sebentar dan perut membaik isi kembali perut kita.  Nggak usah terburu-buru, take a deep breath.  Karena muntah itu bener-bener nggak enak hehehe.

6. Selalu bicara sama suami tentang apa yang kamu rasain.  Saya selalu ngomong sama suami saya kepengen apa, saya sedang ngerasa gimana, karena dukungan orang terdekat kamu sangat penting.

7. Selalu sedia air putih (kalau saya suka sedia air zamzam di tas) dan permen asem manis (saya paling suka nanonano) untuk mengurangi mual.

8. This too shall pass. Semua ini akan berlalu kok, so enjoy your pregnancy!

Cheers,

signature 1

How My 3 – 4 Weeks Preggo Looked Like

Dear Readers,

Oh my god it’s just really exciting to share this! hehe i can’t hide how happy i am to be able to share this experience, norak nggak sih :p . ¬†Karena masih awal banget dan perut belum berubah jadi saya belum akan foto my baby bump hehe. ¬†Anyway, ada beberapa symptoms yang saya alami waktu umur kehamilan 3 – 4 minggu, beberapa ada yang masih terasa beberapa ada yang tidak:

  1.  Mudah Lelah

Well i guess i will have this symptom until the end of my pregnancy period hehe.  Jalan-jalan dirumah aja kalau kelamaan kok ya rasanya capek.  Tapi anehnya kalau mau ke mall langsung berasa kuat hahaha (giliran sampai rumah rasanya tepar bener).

2.  Badan Pegal-Pegal

Bedanya dengan no 1 adalah kalau ini paling dirasakan pas saya bangun tidur. ¬†Ya ampuuun badan rasanya kayak habis dipukulin orang deh, sakit-sakit semua. ¬†That’s why i decided to buy a maternity pillow. ¬†Suami juga kayaknya kasihan sama saya yang kayak capek banget setiap bangun tidur, jadilah saya mencari maternity pillow ini di online shop dan mothercare. ¬†Tapi setelah dilihat-lihat bentuknya kok kurang nyaman dan harganya kurang bersahabat hehe (i thought it’s just not necessary to buy a fancy one). ¬†Jadi saya memutuskan untuk membeli di @laladiahkumalasari (instagram) seharga 300 ribu saja (yang saya taksir merk Theraline harga nya diatas 1 juta huhuhu). ¬†Setelah dipakai bantal nya juga cukup nyaman kok dan sangat mengurangi pegal-pegal saya. ¬†Umumnya pegal-pegal ini dikarenakan tubuh kita sedang beradaptasi dengan kehadiran si kecil di perut dan akan menghilang serta muncul kembali ketika kehamilan sudah cukup besar.

Maternity Pillow
Maternity Pillow

3. Dada Nyeri dan Membesar

Kayaknya kalau symptom ini sangat umum ya.  Dikarenakan hormon kita sedang memproduksi ASI jadi bagian dada menjadi nyeri dan lebih besar dari biasanya.

4. Lebih Banyak Makan

Welcome to the pregnancy world! . Saya jadi lebih sering dan lebih banyak makan dari biasanya. ¬†Kayaknya masa-masa itu indah banget karena saya belum merasa mual dan keinginan untuk muntah juga belum ada. ¬†Literally i could eat anything anytime. ¬†Sedangkan sekarang…. ūüė¶ . ¬†Oiya bahkan saat tengah malam juga saya terbangun 2 – 3 jam sekali untuk makan jadi harus siap sedia makanan seperti roti atau hidangan yang bisa dihangatkan di microwave. ¬†Beruntungnya suami selalu siap sedia untuk dibangunkan tiap kali saya lapar tengah malam hehehe.

5. Lebih Sering Ke Toilet

Sebenarnya dari sebelum hamil juga saya sering ke toilet sih hehe.  Makanya awal-awal hamil saya jadi terbiasa aja dengan jadwal ke toilet yang lebih sering. Kata dokter saya, the more i go to the toilet the better soalnya memang harus banyak minum (jujur ini sulit banget karena sekarang air putih aja berasa pahit di mulut huhu).

6. Kulit Berubah

Kulit wajah saya terasa lebih sensitif, jadi lebih mudah berjerawat dan bruntusan (we call it whiteheads) sedangkan kulit di bagian tubuh lainnya juga lebih mudah berjerawat dan kering.  Seringkali saya menemukan jerawat di tempat-tempat yang sebelumnya tidak pernah berjerawat dan kulit tangan saya yang tadinya memang kering jadi semakin kering (banget).  Memang respon dari tubuh kita terhadap berubahnya hormon akan sangat bervariasi.  Contohnya blogger favorit saya Andra kulitnya terlihat sangat glowing.  Tapi ada juga yang seperti saya malah menjadi lebih sensitif dan kering.  Untuk jerawat saya tetap menggunakan Tea Tree Oil dari Spoil Organics yang memang aman untuk digunakan saat hamil, sedangkan bruntusannya saya menggunakan krim Anti Komedo dari Dr. Simon SpKK yang katanya aman (sampai saat ini saya oke-oke saja menggunakan ini), Cetaphil untuk membersihkan wajah, dan pelembab Papulex.  Oiya untuk mengurangi bruntusan juga saya menggunakan body scrub dari Avene yang juga bisa digunakan untuk wajah.  Semua yang saya pakai nggak akan menghilangkan gejala nya sih tapi paling nggak bisa mencegah supaya nggak parah-parah banget hehe.  Untuk kulit tubuh, saya mulai memakai Anti Stretchmark dari Mothercare, Body Oil dari Bluestone Organics, dan walaupun saya baru tau sekarang di usia kehamilan 9 minggu semua yang berbahan Shea juga sangat baik untuk melembabkan kulit.  Jadi saya juga menggunakan Shea Body Cream dan Body Oil dari The Body Shop.

Perawatan Wajah
Perawatan Wajah
Perawatan Tubuh
Perawatan Tubuh

7. Moody dan Sensitif

Di awal-awal kehamilan saya sangat sangat sensitif.  Orang pertama yang terkena dampaknya pastinya adalah suami hehehe.  Sampai-sampai kalau suami pergi sebentar saja di akhir minggu saya akan merasa sedih (sampai menangis segala ckckck).  Untungnya saya dikelilingi oleh orang-orang yang sangat supportif dan suami yang sabar banget menghadapi mood saya yang bener-bener nggak jelas hehe.

Anyway, karena sudah 5 Р6 minggu yang lalu saya jadi agak-agak lupa apa saja yang saya rasakan saat itu hehehe.  Tapi at least symptoms diatas adalah yang benar-benar signifikan terjadi.

Cheers,

signature 1

The Magical Journey Begins

Dear Readers,

Udah lama juga nggak update post di blog hehehe.  Beberapa minggu terakhir ini rasanya moody banget dan badan makin nggak jelas maunya apa, makin sering mual yang awalnya bisa ditahan lama-lama jadi worst dan bikin pengen muntah aja.

Like i’ve said in the beginning, yes i am expecting ūüôā . ¬†Ada yang bilang kalau kehamilan less than 4 months nggak baik untuk diceritakan, dan awalnya pun saya berniat begitu. ¬†Tapi gimana dong, ini berita bahagia jadi rasanya saya dan suami gatel mau banyak tanya ke temen-temen yang udah punya pengalaman sebelumnya juga hehe. ¬†And i think it’s such a privilege for us, woman, to be pregnant. ¬†Jadi setelah dipikir-pikir nggak ada alasan untuk nyembunyiin berita bahagia ini, toh kita juga akan menjaga dengan sepenuh hati. ¬†Bismillah untuk semuanya, semoga kehamilan ini berjalan lancar ūüôā

Sebenarnya yang pertama kali suspect kalau saya¬†hamil itu bukan¬†saya dan suami, tapi malah mertua haha. ¬†Katanya kalau saya habis pergi wajahnya terlihat lebih capek dari biasanya. ¬†Pokoknya katanya ada yang beda. ¬†Padahal saya sendiri aja nggak ngerasa apa-apa hahaha. ¬†Weeks passed, tiba saatnya jadwal haid saya. ¬†Ditunggu-tunggu tapi kok nggak dateng-dateng yaa tamu bulanan ini. ¬†Saya sama suami mulai harap-harap cemas, ngarep tapi happy tapi takut harapan palsu. ¬†Secara sebelum ini udah iseng-iseng test pack berapa kali tapi negatif terus ūüė¶ . ¬†Kira-kira 5 hari setelah jadwal seharusnya lewat, saya chat teman saya, Tirka, kalau saya telat haid dan ngarep banget si test pack menunjukkan hasil positif haha. ¬†Pas lagi chat, tiba-tiba kepikiran untuk test pack (lagi). ¬†‘yaudahlah nothing to lose aja bismillah’ pikir saya. ¬†Tiba-tiba hasilnyaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaaa…….. 1 garis tebal dan 1 garis tipis. ¬†Tambah bingung kan, ini sebenernya negatif apa positif. ¬†Akhirnya saya foto lah hasil test pack ke Tirka, and she said that most likely i am pregnant. ¬†Karena masih penasaran akhirnya sampai 2 hari setelahnya saya masih aja bolak balik test pack, padahal hasilnya sama aja hehehe (ngarep garis kedua nya bakal lebih tebel :p ).

FullSizeRender (1)
Sampai beli 3 test pack segala dari macem-macem merk hehe

Gimana perasaan saya? seneeeeng banget tapi di sisi lain sebel karena tes nya pas lagi nggak ada suami jadi nggak seru banget harus ngasih taunya via telepon (padahal udah bayangin ngasih tau suami ala-ala film hehehe).  Karena pengen cepet-cepet diberi vitamin jadilah akhir minggu itu kita langsung ke dokter dan cek USG.  Ternyata karena masih sangat awal jadi di rahim belum ada kantong janin, baru ada penebalan saja.  Jadi dokter belum bisa memastikan saya positif hamil atau tidak.

FullSizeRender

Satu-satunya cara untuk memastikan adalah dengan cek darah yang bahkan sejak 4 hari dari pembuahan sudah dapat mendeteksi kehamilan. ¬†Akhirnya kami memutuskan untuk cek darah (padahal pembuluh darah saya kecil banget jadi pasti perlu ditusuk sampai 2-3 kali untuk ambil darah ūüė¶ ). ¬†3 hari kemudian kami kembali ke dokter dan hasilnya positif hamil (YEAY) jadi saya diberikan obat penguat, vitamin, dan pengencer darah. ¬†Kebetulan ini adalah calon cucu pertama dari keluarga saya dan suami, jadi kebayang dong heboh dan senangnya keluarga hehehe..

Pastinya saya akan menjaga sepenuh hati kepercayaan yang Allah berikan. ¬†I will share my pregnancy journey here, of course. ¬†Semoga suatu saat ketika baby udah cukup besar bisa membaca kisah ibunya disini hehe. ¬†The magical journey begins ūüôā

Cheers,

signature 1