3rd Trimester

Dear Readers,

Maafkaaaaaan saya yang sudah absen 2 bulan menulis blog hehehe. ¬†Di satu sisi saya sedang padat mengurus online shop saya, di sisi lain tiap weekend ada aja yang harus diurus berkaitan dengan kehamilan ūüôā

Anyway, sekarang saya sudah memasuki minggu ke 33…istilahnya 8 bulan lebih 1 minggu! time flies ūüôā . ¬†Saya juga nggak menyangka kemarin-kemarin masih menunggu tendangan si kecil while sekarang sudah sangat terbiasa dan kadang meringis sendiri kalau si kecil mulai ‘berputar’ didalam sana.

Nah, apa saja sih yang saya rasakan di trimester ketiga ini?

Kondisi Fisik Menurun

Ini nggak bisa dihindari… faktanya kalau sedang hamil tubuh kita jadi lebih sensitif dan rentan penyakit, ini saya rasakan sekali. ¬†Sebelum hamil makan es krim masih okelah walaupun dihindari untuk terlalu sering karna saya ada amandel. ¬†Saat hamil ini saya hanya mencoba es sedikit saja tenggorokan saya rasanya sudah meradang. ¬†Jadi mau nggak mau saya harus menghindari es dan gorengan terlalu banyak. ¬†Oiya obat manjur alami buat saya hanya madu dan sari kurma saja hehe.

Pelvic Pain

Gosh, ini yang saya nggak antisipasi. ¬†I don’t know the pelvic pain would be this bad. ¬†Saya pikir cuma ngilu-ngilu biasa aja. ¬†Tapi ternyata ini ngilu sekaliiiiiii.. ditambah posisi bayi saya yang masih sungsang menambah rasa sakit di bagian pelvic. ¬†Untuk jalan saja rasanya sulit makanya even dirumah pun saya males jalan kemana-mana ūüė¶ . ¬†Untuk mengatasi ini saya bertanya pada instruktur yoga hamil saya gerakan-gerakan apa yang dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.. and it works! memang nggak hilang 100% sih tapi membantu sekali mengurangi ngilu nya.

Sulit Mencari Posisi Tidur

Setiap ibu hamil pasti tau sulitnya mencari posisi yang nyaman saat tidur. Lalu saat sudah nyaman ingin ke toilet hahaha itu selalu terjadi dengan saya. Tapi satu hal, saya nggak tau kenapa memang di trimester ketiga ini saya jarang back pain.  Aneh ya? disaat ibu hamil lain justru mengeluh sakit pinggang.  Saya juga nggak paham apa karena saya yoga atau karena bantal ini :

mc wedge pillow

Namanya Mothercare Wedge Pillow kalau tidak salah.  Awalnya saya membeli bantal ini sebagai support pillow di mobil.  Tapi ternyata malah kurang nyaman hehehehe jadi saya pakai untuk tidur dan mengganjal bagian pinggang bagian kanan (karena kalau tidur menghadap kiri sekarang pelvic saya sakit sekali).  Anehnya saya tidak pernah merasa sakit pinggang sejak saya tidur dengan bantal ini..alhamdulillah.

Yoga

Sebenarnya saya juga nggak rajin-rajin banget yoga.. hanya seminggu sekali saat suami bisa mengantar.  Tapi menyenangkan sekali ikut yoga karena bisa bertemu dengan sesama ibu hamil, berbagi cerita, bertanya-tanya (apalagi untuk calon ibu baru seperti saya), sekaligus berolahraga.  Saya biasa yoga di nujuhbulan, lebih tepatnya di bintaro karena suasananya yg homey sekali dan santai.

Semakin Jarang Bepergian

Jujur saja saya sangat jarang bepergian saat trimester ketiga ini karena takut kelelahan. ¬†Some people understand, some people judge, but whatever. ¬†Bagi saya, kehamilan ini yang utama. ¬†Saya juga selalu diantar suami atau supir ¬†atau keluarga kemanapun saya pergi. ¬†Bukannya gimana-gimana, emangnya kalau saya tiba-tiba jatuh atau mules atau apa siapa yang mau bertanggung jawab? . ¬†Menurut saya, sebagai ibu hamil kita berhak untuk sedikit egois, karena didalam tubuh kita ada 2 nyawa.. so please be smart for the sake of yourself and your baby. ¬†Saya nggak mengatakan bahwa kita nggak bisa atau nggak boleh kemana-mana di trimester ketiga ini, tapi berikan batasan sampai mana tubuh kita mampu dan kondisi apa yang kira-kira memungkinkan untuk kita bepergian. ¬†Nggak mau menyesal di kemudian hari kan? ūüôā

Love Yourself Unconditionally

Selama hamil tentu banyak sekali perubahan pada tubuh kita, seperti jerawat, stretchmark, kulit yang kusam, kaki yang bengkak, dan banyak lagi.  I do feel uncomfortable sometimes.  Merasa diri nggak cantik lagi, bentuk badan semakin nggak karuan, macem-macem pokoknya! .  Disinilah menurut saya kita harus tetap percaya diri dan menyayangi diri kita apa adanya.  Tentunya dukungan orang sekitar kita dapat mempengaruhi pikiran kita.  Lucky me, my husband always say i am beautiful every single day though i am a tiger momma now :p. 

Nggak berasa sebentar lagi yang di perut bisa dipeluk-peluk hehehe.. bismillah semoga lancar semuanya. ¬†Nggak sabar untuk share foto baby pas udah lahir nanti ūüôā

with love,

signature 1

 

Dr Benny Johan Marpaung’s Review

Dear Readers,

Kali ini saya mau review Obgyn saya, Dr Benny dan sharing tips memilih Obgyn. Kebetulan ini adalah kehamilan pertama saya jadi masih agak-agak parno hehe.  Alhamdulillah langsung dapet obgyn yang pas nggak pake gonta ganti dulu.  Padahal banyak banget kasus yang obgyn nya begini begitu di forum internet.  Nah sebenarnya apa sih yang jadi pertimbangan saya dalam memilih obgyn?

  1. Klop dengan RS yang diinginkan

Sebenarnya pemilihan obgyn dan rumah sakit ini saling berkaitan sih.  Jadi yaa saling beriringan gitu jangan sampai kamu inginnya di RS A eh obgynnya nggak praktek disitu hehe.

2. Jadwal praktek tiap hari

Entah kenapa saya lebih sreg sama obgyn yang jadwal prakteknya tiap hari.. in case something happens jadi bisa ke dokter anytime.  Udah gitu antrian hari biasa juga umumnya tidak sepanjang antrian di akhir minggu jadi lebih memudahkan.

3. Antriannya logis

Kenapa saya bilang logis? soalnya saya beberapa kali ke obgyn ada dokter yang antriannya panjaaaaaang banget.  Lebih tepatnya dulu sebelum saya memutuskan dengan dr Benny saya hampir saja memilih dokter yang antriannya bisa sampai jam 11 malam.  Duh kayaknya kalau antriannya kelewat panjang bisa-bisa kita keburu capek duluan menunggu.  Selain itu karena banyak pasien konsultasinya terkesan terburu-buru dan mengejar waktu.  Nggak nyaman banget kan.

4. Review yang baik

Nah soal ini harus banyak-banyak membaca ya.. baca aja di forum-forum female daily dan the urban mama.  Disitu banyak yang sharing seputar obgyn dan obgyn andalannya masing-masing.  Usahakan memilih yang review nya baik jadi nggak gonta-ganti nantinya.

5. Terbuka dan mau menjelaskan

Hal ini saya rasakan banget di kehamilan pertama ini yang apa-apa serba membuat deg-degan.  Jadi mau nggak mau banyak bertanya ke dokter tentang berbagai hal menyangkut kehamilan.  Dokter yang baik harusnya mau menjelaskan dengan detail yang ditanyakan pasien dan yang paling penting penjelasannya nggak membuat pasien panik hehe.  Soalnya ada lho yang obgyn yang kalau menjelaskan terkesan menakut-nakuti dan bikin down ibu.

6. Bisa dihubungi kapan saja

ini PENTING BANGET ya buibu.  Kalau saja (amit-amit) terjadi hal yang diluar biasa kita bisa langsung tanya lewat sms, telp, atau wa.  Ada obgyn yang nggak mau memberikan kontak pribadinya atau kalau dihubungi susah dan baru dibalas lama sehingga menyulitkan kita untuk bertanya.  Jadi hal ini baiknya ditanyakan sejak kontrol pertama untuk berjaga-jaga.

7. Spesialisasi dokter

Untuk saya pribadi, salah satu alasan mengapa saya memilih obgyn saya saat ini adalah karena beliau juga menjadi dokter di klinik fertility.  Karena ketika saya pertama cek kondisi rahim ke obgyn belum dalam keadaan hamil maka jika ternyata ada hal terkait kesuburan yang butuh dr dari fertility beliau dapat membantu.  Nah untuk kalian yang mungkin ada keluhan tertentu atau ada spesialisasi tertentu yang kalian butuhkan mungkin hal itu dapat menjadi pertimbangan tambahan dalam memilih obgyn.

Review dr. Benny Johan Marpaung

Jujur review dr Benny di internet hanya 1. ¬†Iya cuma satu aja hehehe tapi alhamdulillah positif dan begitu melihat jadwal praktek tiap hari serta keikutsertaan beliau dalam klinik fertility saya menjadi mantap memilih dr Benny. ¬†Kesan pertama ketika bertemu dengan beliau adalah CERIA BANGET! begitu masuk ruangan saya disambut dengan riang dan ditanyakan keluhan apa yang saya alami. ¬†Suasananya pun berubah manjadi relaks dan santai untuk bertanya (malah kadang saya yang jadi bingung mau nanya apa lagi). ¬†Intinya beliau memenuhi semua kriteria yang saya inginkan deh.. terbuka, antriannya logis, terbuka, spesialis fertility juga, dan dapat dihubungi kapan saja..semalam dan sepagi apapun hehe.. responnya juga cepat. ¬†Oiya beliau ini juga nggak memberi saya obat banyak-banyak.. jadi seperlunya aja. ¬†Bahkan saya tidak diminta untuk tes lab segala macam, ketika saya bertanya mengenai hal tersebut beliau menjawab kondisi kandungan saya baik-baik saja sehingga tidak perlu cek lab karena biayanya yang juga tidak sedikit (YAY). ¬†Makin jatuh cinta deh hehe. ¬†Suami juga langsung sreg dan berencana untuk kontrol terus dengan beliau. ¬†Tulisan saya di blog ini tidak diminta oleh siapa-siapa lho ya murni karena pengalaman saya pribadi..jadi yang mau coba untuk kontrol ke beliau sok atuh ūüôā

Bahkan dr Benny nggak keberatan diminta foto hahaha
Bahkan dr Benny nggak keberatan diminta foto hahaha

 

Cheers,

signature 1

Skincare Untuk Ibu Hamil

Dear Readers,

Nah lho, judulnya bikin kepo nih pasti ibu-ibu yang lagi hamil pada penasaran banget masalah yang satu ini kan? ayo ngakuuu! hehe.  Sama kok, saya juga kepo banget soal hal ini.  Bukannya apa-apa, jujur aja merawat wajah itu nggak gampang dan nggak murah.  Butuh beberapa tahun untuk sampai ke kulit saat saya sebelum hamil (Nggak bruntusan dan bright) yang bikin saya pede kemana-mana almost bare face karena saya nggak suka templok macem-macem ke muka (including bb cream dan teman-temannya) jadi cuma moisturizer dan sunblock aja.  Nah, trus selama hamil ini kulit saya gimana?

Bruntusan.  Tone nya turun.  Komedo dimana-mana.

Sedih. ¬†Iya, sedih banget kalo ngaca. ¬†Tiap hari saya tanya sama suami dan adik ipar kondisi kulit saya. ¬†Iya, sampe segitunya…. ūüė¶

Banyak orang yang bilang suruh biarin aja nanti juga hilang sendiri. ¬†Kalau bruntusan dan jerawatnya ya okelah yaa… tapi kalau bekas dan tone muka nya macam manaa? ¬†Jadi saya meyakinkan diri untuk tetap merawat wajah selama hamil.

Bagaimana caranya?

Pertama, kita harus tahu dulu bahan apa aja yang nggak boleh ada di ingredients kosmetik yang kita pakai.  Kalau soal ini udah banyak banget yang bahas ya, disini sudah cukup lengkap jadi silakan dibaca hehe.

Kedua, jangan males baca review dan forum! pokoknya intinya jangan males baca deh…. namanya untuk muka harus hati-hati jadi jangan lupa banyak-banyak baca. ¬†Pernah dengar situs http://www.femaledaily.com kan? nah disana banyak forum untuk skincare tinggal dibaca aja satu-satu. ¬†Oiya jangan lupa baca juga ingredients di internet sebelum membeli ya karena di kemasan nggak selalu ada tulisan ingredients secara lengkap.

Ketiga, use your instinct! jujur di beberapa skincare ada bahan paraben walaupun kadarnya sedikit dan wajar untuk kosmetik.  Bahkan untuk pembersih selembut Cetaphil aja ada bahan paraben nya.  Jadi memakai skincare juga harus pake feeling.. kira-kira gentle nggak ya atau kira-kira bikin iritasi nggak ya karena ada produk yang mengandung alkohol dan fragrance.  Kalau kulit kamu sensitif terhadap bahan-bahan tertentu kamu harus pilah pilih yang mana yang bisa mana yang nggak, terutama saat hamil.. karena kalau breakout bisa lebih parah daripada breakout saat kondisi kulit normal (proven, soalnya saya kemarin-kemarin sempet breakout juga).

Keempat, yakinkan diri sendiri! saya sendiri nggak menganut paham untuk nggak pakai skincare sama sekali saat hamil ini (whatever people say, everyone has their own reasons).  Tapi kalau kamu merasa nggak yakin untuk pakai atau mungkin nggak menggunakan produk tertentu ya go ahead! intinya ikutin kata hati aja.

Perjalanan skincare saya selama hamil ini…

  1. Laneige Clear C

Saya memakai Laneige karena bahannya yang cukup lembut pada pemakaian terdahulu saya (dulu pakai waterbank essence nya) jadi pede yang sekarang juga akan baik-baik aja. ¬†Apalagi Clear C ini di klaim sama yang punya online shop (saya beli di instagram) nggak pernah ada yang nggak cocok dan emang di internet nggak ada satupun yang nggak cocok. ¬†Apalagi review nya cukup bagus untuk mencerahkan dengan bahan alami… semacam dupe nya FTE SKII gitu, jadilah saya coba. ¬†Nggak tanggung-tanggung lho saya beli langsung full size (sampai sekarang masih nyesel banget) karena yakin banget akan cocok. ¬†Pas dicoba… eng ing eng…. muncullah bruntusan berjamaah. ¬†Panik? iya.. Denial mungkin ini cuma hormon? mencoba…, walaupun akhirnya saya stop juga. ¬†Produk ini fix akan saya lego nantinya, soalnya bagus banget sebenarnya.. di saya dapet bright nya tapi sayangnya dapet juga bruntusannya ūüė¶

2. Laneige Trouble Relief Series

Saya beli ini versi travel size (untungnya) barengan sama Clear C.  Singkat cerita intinya produk ini juga nggak cocok di saya karena bikin tambah bruntusan hiks.

3. The Bath Box Lemon Muesli Mask

Frustasi liat muka dan harga skincare, akhirnya saya putar haluan ke skincare organik alias alami.  Setelah tanya-tanya mengenai produk yang pas untuk kulit saya ke customer service the bath box, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba masker ini.  So far nggak breakout.. tapi karena ini masker untuk kulit berjerawat dan kulit saya yg bruntusan cuma di dahi jadi saya ngolesnya tipis-tipis aja.  Sekarang juga udah mulai jarang pake ini hehe.

4. The Bath Box Goat Don’t Lie Tea Tree

Sukaaaaa banget sama sabun ini! bisa dipake di muka dan badan sekaligus. ¬†Sekarang-sekarang ini bruntusanku udah much much better banget, i don’t know which one does its job perfectly whether the mask or this. ¬†Bahkan punggungku aja sudah bersyiiiih dari jerawat sekarang (YAY).

5. Oatmeal Mask

This is my holy grail mask! Baru 3 kali pakai but i see a major improvement on my skin.  Awalnya deg-degan juga pas coba..karena nggak semua cocok dengan oatmeal.  Tapi alhamdulillah banget aku cocok dengan oatmeal dan pastinya akan tetep aku pake sampai setelah melahirkan nanti.

6. Bioderma Sensibio Tonique

Sebenernya untuk toner aku bisa aja sih make avene..tapi emang dasar gatel tangannya jadilah aku beli juga toner ini. ¬†Alhamdulillah kalau aku pakai toner ini dirumah i feel like i don’t need to wear any moisturizer karena udah lembab (dan emang dasar males banget juga sih make moisturizer hehehe).

To summarize, jadi skincare regime aku cukup pakai Cetaphil Cleanser – The Bath Box Goat Don’t Lie Tea Tree – Avene Eau Thermal Water – Bioderma Sensibio Tonique – Papulex Oil free Moisturizer (kalo mau pergi). ¬† Seminggu 2-3 kali pake masker oatmeal, seminggu sekali pake masker Lemon Muesli, seminggu 2 kali pake masker hydration avene, dan seminggu 2 kali facial scrub dengan avene. ¬†Cukup ribet but worth to try hehe.

Semoga buibu yang lagi hamil nggak bingung-bingung untuk nerapin skincare regime nya yaah… Tetep semangat merawat muka! ūüôā

Cheers,

signature 1

Say Hello to Week 5 – 11

Dear Readers,

Time flies. ¬†Saat ini usia kandungan saya telah 11 minggu. ¬†Sebenernya hampir sama dengan post – post sebelumnya, badan saya masih pegal – pegal dan perut juga masih mual. ¬†Nggak sabar rasanya untuk segera mengakhiri masa-masa mual ini supaya bisa makan yang lebih bergizi ūüė¶

Oiya untuk badan pegal-pegal (terutama pinggang) saya mencoba anjuran salah satu dokter yaitu dengan makan melon dan pir berikut dengan bagian bawah melon (persis setelah kulit) yang agak keras dan bagian kulit pir juga dimakan.  Hasilnya pinggang saya nggak pegal lagi dan frekuensi BAB lebih teratur (karena biasanya ibu hamil mengalami sembelit).

Satu hal yang paling dinantikan ketika hamil muda adalah….USG! hahaha. ¬†Saya dan suami¬†excited¬† banget untuk pergi ke dokter dan melihat perkembangan¬†baby. ¬†It’s just so amazing to see the growth, the heart beat, the movement… can’t wait for another visit!

IMG_0456
7 Weeks
IMG_0457
9 Weeks

Reaksi ketika melihat hasil USG…. GEMES! haha. ¬†Pas 7 minggu baby masih keciiil banget while di 9 minggu sudah mulai bergerak-gerak (makanya gambar nya nggak jelas dan agak sulit nge klik pas di jantung nya :D). ¬†Jadwal USG berikutnya masih 2 minggu lagi nih.. nggak sabar hehehe.

Anyway, nggak ngerti saya aja yang kelewat rajin dan excited¬†atau gimana, tapi saya sudah selesai list perlengkapan¬†baby¬†lho.. hahaha. ¬†List ini sudah saya lengkapi dan merupakan campuran dari beberapa blog dan list perlengkapan baby lainnya. ¬†Jadi insya Allah sudah lengkap. ¬†Kalau ada yang kurang please let me know ūüôā

List perlengkapan baby bisa di download disini .

Cheers,

signature 1

The Art of Having Nausea During Pregnancy

Dear Readers,

Mengalami mual dan muntah merupakan hal yang wajar dalam setiap kehamilan.  Sometimes i do want to throw up when the nausea becomes worst.  Alhamdulillah pada kehamilan saya yang hampir 10 minggu saat ini, saya hanya muntah 4 kali, 1 kali di food court pameran, 1 kali di food court mall, dan 2 kali dirumah.  Kalau mual nya sih jangan ditanya, hampir setiap waktu saya mengalami mual hehe.  Kok bisa sih cuma muntah 4x sampai sekarang? saya malah lebih heran lagi sama yang nggak mengalami mual dan muntah sama sekali hehehe.

Faktanya, reaksi dari perubahan hormon selama kehamilan dirasakan setiap orang berbeda-beda.  Ada yang mual banget sampai 3-4 kali muntah dalam sehari, ada yang nggak mual dan muntah sama sekali, ada yang di awal kehamilan nggak mual tapi baru mual di akhir masa kehamilan, dan ada juga yang medium kayak saya mual dan muntah tapi masih dapat diatasi.  So, i have a few tips untuk mengatasi mual dan muntah ini:

  1. Setiap orang punya respon berbeda terhadap perubahan hormon.  Jadi jangan terpengaruh lingkungan yang bilang kalau kamu pasti akan mual di bulan-bulan pertama kehamilan.  Sugesti positif diri sendiri kalau kamu punya case berbeda.  Ibu dan mertua saya selalu bilang kalau mual dan muntah pasti terjadi sampai kehamilan 4/5 bulan.  Tapi saya nggak mau terpaku dengan itu, karena saya akan punya case berbeda, saya akan mampu melewati masa kehamilan ini tanpa mual dan muntah yang parah.

2. Saya selalu membayangkan makanan yang saya inginkan dahulu sebelum makan.  Memang sih jadi sedikit merepotkan tapi saya percaya makanan yang masuk tanpa dimuntahkan akan lebih baik daripada makanan yang masuk sebentar trus muntah lagi.  Ini bukan ngidam atau apa, tapi for the sake of the baby, coba untuk makan makanan yang dalam pikiran kamu bisa makan dan nggak dimuntahkan lagi.

3. Makan sedikit-sedikit tapi sering.  Jangan makan ketika udah laper banget, tapi ketika kita merasa akan lapar.  Jadi bawa cemilan kemanapun kita pergi supaya bisa ngemil anytime hehe.

4. Selalu bawa plastik kecil dan tisu basah+kering.  Kita nggak pernah tahu kapan mual kita akan bener-bener nggak bisa ditahan dan akhirnya muntah.  Jadi selalu bawa plastik untuk jaga-jaga dan tisu basah serta kering untuk membersihkan tangan dan mulut kita.

5. Selalu isi kembali perut kita setelah muntah.  Karena isi perut kita sudah dikeluarkan ketika muntah, jadi setelah istirahat sebentar dan perut membaik isi kembali perut kita.  Nggak usah terburu-buru, take a deep breath.  Karena muntah itu bener-bener nggak enak hehehe.

6. Selalu bicara sama suami tentang apa yang kamu rasain.  Saya selalu ngomong sama suami saya kepengen apa, saya sedang ngerasa gimana, karena dukungan orang terdekat kamu sangat penting.

7. Selalu sedia air putih (kalau saya suka sedia air zamzam di tas) dan permen asem manis (saya paling suka nanonano) untuk mengurangi mual.

8. This too shall pass. Semua ini akan berlalu kok, so enjoy your pregnancy!

Cheers,

signature 1