Hello, Motherhood!

Dear Readers,

It’s been forever since my last post.

Hello againnnn blogging!

Sanking lama nya saya sampai lupa kapan terakhir nulis di blog hehehe.  Anyway, yang bikin saya nggak sempet-sempet nulis adalah si krucil.. yes, i am a mother of 1 now.  Susah banget nemuin waktu yang pas untuk nulis, ini aja sambil gendong si kecil..babasling to rescue ;p

Proses persalinan saya akhirnya melalui proses c-section.  Sebenarnya pengen banget bisa melahirkan normal, tapi karena posisi bayi sungsang dan cukup besar tidak memungkinkan untuk saya melahirkan secara normal.

Sekitar 1 minggu sebelum operasi saya tes CTG jantung baby.. yang bikin deg-degan hasil pertama detak jantung baby sangat cepat sehingga obgyn saya juga ikut was-was dan meminta saya untuk kembali melakukan CTG.  Saya terancam c-section malam itu juga kalau hasilnya tetap jelek.  Akhirnya sebelum CTG kedua saya makan dulu, bercanda dengan keluarga dulu (padahal mereka sama deg-degannya dengan saya haha) supaya relaks.  Alhamdulillah hasil CTG kedua baik dan saya diperbolehkan pulang.  Pelajarannya adalah : jangan tes CTG pas laper dan selalu siap-siap hospital bag dari bulan ke 9!

Sehari sebelum saya masuk rumah sakit, saya masih nonton kungfu panda hehehe biar relaks dan nggak kepikiran.  Tanggal 20 Maret malam saya masuk rumah sakit untuk persiapan keesokan hari c-section.  Perasaan saya? campur aduk.  Antara takut sekaligus senang akan bertemu dengan si kecil..maklum saya tidak pernah dioperasi sebelumnya jadi ngebayangin masuk ruang operasi rasanya horor banget hehe.

Akhirnya, tanggal 21 Maret 2016, hari yang ditunggu-tunggu datang juga.  Sejak tengah malam saya sudah berpuasa untuk operasi di pagi hari.  Sejak subuh saya sudah keramas dan untungnya saya sudah menyempatkan waxing seminggu sebelum melahirkan (ini beneran penting banget waxing di rs tuh nggak bangeeet hehehe). Jam setengah 7 pagi suster pun menjemput saya di kamar.  Seluruh keluarga sudah berkumpul..saya juga berpamitan kepada mereka satu persatu.  Rasanya mellow sekali waktu itu, pikiran udah campur adukkk aja.  Untungnya suami menemani saya dari awal hingga akhir jadi saya nggak merasa sendirian banget.

Proses Operasi sebenarnya lancar-lancar saja.  Saya juga nggak merasa sakit sama sekali waktu dibius hehehe.  Malah asik ngobrol dengan pak dokter ngobrolin macem-macem.  Karena saya nggak dibius total jadi dari pinggang keatas masih sadar total.  Tapi asli deh ruangan operasi itu dingiiiiinnn sekali jadi saya rasanya menggigil setelah operasi.  Sedih sekali pada saat itu saya nggak sempat IMD karena saya kedinginan dan takut baby nya juga kedinginan huhuhu.  Setelah keluar ruang operasi saya masih menggigil hingga diberi selimut 40 derajat yang kayaknya waktu itu nggak ada hangat-hangatnya di saya.  Untungnya satu jam kemudian saya mulai kembali ke suhu normal dan mulai kepanasan..tapi di saat itu pula efek bius perlahan hilang digantikan rasa sakit.  Mana haus dan lapar banget rasanya dan tidak diperbolehkan makan sampai saya bisa buang angin karena takut malah saya mual dan muntah.

Proses pemulihan memakan waktu cukup lama.  Seingat saya operasi berlangsung jam 8 pagi dan selesai pukul 10, tapi saya baru masuk kamar kembali itu sekitar jam 3 sore.  Untungnya sekitar jam setengah 5 saya bisa bertemu Rafi, nama panggilan untuk anak saya, sehingga bisa mengobati sedikit rasa sakit setelah operasi.  3 hari pertama setelah operasi itu adalah masa-masa suram buat saya.  Rasa sakit kontraksi rahim begitu bius hilang benar-benar luar biasa (setidaknya buat saya, atau mungkin toleransi rasa sakit saya yang rendah hehe).  Sepanjang malam saya tidak bisa tidur dan meminta penghilang rasa sakit tambahan pada suster.  Posisi badan juga harus lurus rata 180 derajat selama 24 jam sehingga buat saya itu agak ‘menyiksa’.  Bayangkan, saat itu saya baru bisa makan jam 10 malam.  Sampai saat ini saya juga masih bingung kenapa di rumah sakit lain diperbolehkan makan setelah operasi sedangkan saya lebih dari 12 jam setelah operasi.  Mungkin saya akan bertanya saat program hamil anak kedua nanti hehe.

Keesokan harinya saya mulai belajar duduk, bangun dari tempat tidur, dan berjalan.  Awalnya sakit sekali, bekas luka operasi masih kaku dan cenat-cenut..  tapi karena dibiasakan lama-lama sakitnya berkurang.  Apalagi Rafi juga sempat disinar sehingga saya harus bolak balik ke ruang bayi.  Disaat yang sama seperti kebanyakan ibu-ibu lainnya PD mulai memproduksi ASI sehingga bengkak disana-sini.  Saya rasanya mau marah-marah terus hahaha apalagi kalau ingat suster yang massage PD dengan cara yang tidak seharusnya sampai sakitnya itu ke ubun-ubun kepala.  Haduuuhhh nggak mau diulang lagi deh, makanya saya punya beberapa tips untuk ibu-ibu yang mau operasi caesar :

  • Jangan lupa siapkan korset setelah operasi.  Saya menganjurkan Belly Bandit atau Mamaway bamboo corset, karena gurita rekat rumah sakit sangat tidak nyaman.
  • Jangan lupa membawa pakaian dalam yang nyaman dan tidak terlau hipster, ditakutkan mengenai luka operasi.
  • Baiknya buat perjanjian dengan terapis jasa perawatan setelah melahirkan.  Mereka jauh lebih baik dan paham dengan massage PD, jangan minta massage dengan suster karena rasanyaaaaa amit-amit.
  • Siapkan booster ASI untuk jaga-jaga kalau colostrum tidak langsung keluar.

Rasanya itu saja tips penting yang jarang saya temukan dan dengar dari orang lain hehe.  Monggo bisa comment dibawah ini yaa kalau ada saran lain yang pastinya sangat membantu.

Post selanjutnya saya akan bercerita mengenai perjalanan menyusui saya.  Semoga Rafi bisa diajak bekerjasama lagi seperti hari ini hehehe.

Dengan ini, saya ucapkan : HELLO MOTHERHOOD! 🙂

 

p.s.

Kepada suamiku tercinta, terimakasih atas ketulusan, dan kesabaranmu yang tanpa batas.  Terimakasih karena selalu ada dan tidak lelah mendukungku hingga hari ini. Me and Rafi love you much… words are never enough to express how lucky i am to have you as my husband and father to my children.

signature 1

3rd Trimester

Dear Readers,

Maafkaaaaaan saya yang sudah absen 2 bulan menulis blog hehehe.  Di satu sisi saya sedang padat mengurus online shop saya, di sisi lain tiap weekend ada aja yang harus diurus berkaitan dengan kehamilan 🙂

Anyway, sekarang saya sudah memasuki minggu ke 33…istilahnya 8 bulan lebih 1 minggu! time flies 🙂 .  Saya juga nggak menyangka kemarin-kemarin masih menunggu tendangan si kecil while sekarang sudah sangat terbiasa dan kadang meringis sendiri kalau si kecil mulai ‘berputar’ didalam sana.

Nah, apa saja sih yang saya rasakan di trimester ketiga ini?

Kondisi Fisik Menurun

Ini nggak bisa dihindari… faktanya kalau sedang hamil tubuh kita jadi lebih sensitif dan rentan penyakit, ini saya rasakan sekali.  Sebelum hamil makan es krim masih okelah walaupun dihindari untuk terlalu sering karna saya ada amandel.  Saat hamil ini saya hanya mencoba es sedikit saja tenggorokan saya rasanya sudah meradang.  Jadi mau nggak mau saya harus menghindari es dan gorengan terlalu banyak.  Oiya obat manjur alami buat saya hanya madu dan sari kurma saja hehe.

Pelvic Pain

Gosh, ini yang saya nggak antisipasi.  I don’t know the pelvic pain would be this bad.  Saya pikir cuma ngilu-ngilu biasa aja.  Tapi ternyata ini ngilu sekaliiiiiii.. ditambah posisi bayi saya yang masih sungsang menambah rasa sakit di bagian pelvic.  Untuk jalan saja rasanya sulit makanya even dirumah pun saya males jalan kemana-mana 😦 .  Untuk mengatasi ini saya bertanya pada instruktur yoga hamil saya gerakan-gerakan apa yang dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.. and it works! memang nggak hilang 100% sih tapi membantu sekali mengurangi ngilu nya.

Sulit Mencari Posisi Tidur

Setiap ibu hamil pasti tau sulitnya mencari posisi yang nyaman saat tidur. Lalu saat sudah nyaman ingin ke toilet hahaha itu selalu terjadi dengan saya. Tapi satu hal, saya nggak tau kenapa memang di trimester ketiga ini saya jarang back pain.  Aneh ya? disaat ibu hamil lain justru mengeluh sakit pinggang.  Saya juga nggak paham apa karena saya yoga atau karena bantal ini :

mc wedge pillow

Namanya Mothercare Wedge Pillow kalau tidak salah.  Awalnya saya membeli bantal ini sebagai support pillow di mobil.  Tapi ternyata malah kurang nyaman hehehehe jadi saya pakai untuk tidur dan mengganjal bagian pinggang bagian kanan (karena kalau tidur menghadap kiri sekarang pelvic saya sakit sekali).  Anehnya saya tidak pernah merasa sakit pinggang sejak saya tidur dengan bantal ini..alhamdulillah.

Yoga

Sebenarnya saya juga nggak rajin-rajin banget yoga.. hanya seminggu sekali saat suami bisa mengantar.  Tapi menyenangkan sekali ikut yoga karena bisa bertemu dengan sesama ibu hamil, berbagi cerita, bertanya-tanya (apalagi untuk calon ibu baru seperti saya), sekaligus berolahraga.  Saya biasa yoga di nujuhbulan, lebih tepatnya di bintaro karena suasananya yg homey sekali dan santai.

Semakin Jarang Bepergian

Jujur saja saya sangat jarang bepergian saat trimester ketiga ini karena takut kelelahan.  Some people understand, some people judge, but whatever.  Bagi saya, kehamilan ini yang utama.  Saya juga selalu diantar suami atau supir  atau keluarga kemanapun saya pergi.  Bukannya gimana-gimana, emangnya kalau saya tiba-tiba jatuh atau mules atau apa siapa yang mau bertanggung jawab? .  Menurut saya, sebagai ibu hamil kita berhak untuk sedikit egois, karena didalam tubuh kita ada 2 nyawa.. so please be smart for the sake of yourself and your baby.  Saya nggak mengatakan bahwa kita nggak bisa atau nggak boleh kemana-mana di trimester ketiga ini, tapi berikan batasan sampai mana tubuh kita mampu dan kondisi apa yang kira-kira memungkinkan untuk kita bepergian.  Nggak mau menyesal di kemudian hari kan? 🙂

Love Yourself Unconditionally

Selama hamil tentu banyak sekali perubahan pada tubuh kita, seperti jerawat, stretchmark, kulit yang kusam, kaki yang bengkak, dan banyak lagi.  I do feel uncomfortable sometimes.  Merasa diri nggak cantik lagi, bentuk badan semakin nggak karuan, macem-macem pokoknya! .  Disinilah menurut saya kita harus tetap percaya diri dan menyayangi diri kita apa adanya.  Tentunya dukungan orang sekitar kita dapat mempengaruhi pikiran kita.  Lucky me, my husband always say i am beautiful every single day though i am a tiger momma now :p. 

Nggak berasa sebentar lagi yang di perut bisa dipeluk-peluk hehehe.. bismillah semoga lancar semuanya.  Nggak sabar untuk share foto baby pas udah lahir nanti 🙂

with love,

signature 1

 

Skincare Untuk Ibu Hamil

Dear Readers,

Nah lho, judulnya bikin kepo nih pasti ibu-ibu yang lagi hamil pada penasaran banget masalah yang satu ini kan? ayo ngakuuu! hehe.  Sama kok, saya juga kepo banget soal hal ini.  Bukannya apa-apa, jujur aja merawat wajah itu nggak gampang dan nggak murah.  Butuh beberapa tahun untuk sampai ke kulit saat saya sebelum hamil (Nggak bruntusan dan bright) yang bikin saya pede kemana-mana almost bare face karena saya nggak suka templok macem-macem ke muka (including bb cream dan teman-temannya) jadi cuma moisturizer dan sunblock aja.  Nah, trus selama hamil ini kulit saya gimana?

Bruntusan.  Tone nya turun.  Komedo dimana-mana.

Sedih.  Iya, sedih banget kalo ngaca.  Tiap hari saya tanya sama suami dan adik ipar kondisi kulit saya.  Iya, sampe segitunya…. 😦

Banyak orang yang bilang suruh biarin aja nanti juga hilang sendiri.  Kalau bruntusan dan jerawatnya ya okelah yaa… tapi kalau bekas dan tone muka nya macam manaa?  Jadi saya meyakinkan diri untuk tetap merawat wajah selama hamil.

Bagaimana caranya?

Pertama, kita harus tahu dulu bahan apa aja yang nggak boleh ada di ingredients kosmetik yang kita pakai.  Kalau soal ini udah banyak banget yang bahas ya, disini sudah cukup lengkap jadi silakan dibaca hehe.

Kedua, jangan males baca review dan forum! pokoknya intinya jangan males baca deh…. namanya untuk muka harus hati-hati jadi jangan lupa banyak-banyak baca.  Pernah dengar situs http://www.femaledaily.com kan? nah disana banyak forum untuk skincare tinggal dibaca aja satu-satu.  Oiya jangan lupa baca juga ingredients di internet sebelum membeli ya karena di kemasan nggak selalu ada tulisan ingredients secara lengkap.

Ketiga, use your instinct! jujur di beberapa skincare ada bahan paraben walaupun kadarnya sedikit dan wajar untuk kosmetik.  Bahkan untuk pembersih selembut Cetaphil aja ada bahan paraben nya.  Jadi memakai skincare juga harus pake feeling.. kira-kira gentle nggak ya atau kira-kira bikin iritasi nggak ya karena ada produk yang mengandung alkohol dan fragrance.  Kalau kulit kamu sensitif terhadap bahan-bahan tertentu kamu harus pilah pilih yang mana yang bisa mana yang nggak, terutama saat hamil.. karena kalau breakout bisa lebih parah daripada breakout saat kondisi kulit normal (proven, soalnya saya kemarin-kemarin sempet breakout juga).

Keempat, yakinkan diri sendiri! saya sendiri nggak menganut paham untuk nggak pakai skincare sama sekali saat hamil ini (whatever people say, everyone has their own reasons).  Tapi kalau kamu merasa nggak yakin untuk pakai atau mungkin nggak menggunakan produk tertentu ya go ahead! intinya ikutin kata hati aja.

Perjalanan skincare saya selama hamil ini…

  1. Laneige Clear C

Saya memakai Laneige karena bahannya yang cukup lembut pada pemakaian terdahulu saya (dulu pakai waterbank essence nya) jadi pede yang sekarang juga akan baik-baik aja.  Apalagi Clear C ini di klaim sama yang punya online shop (saya beli di instagram) nggak pernah ada yang nggak cocok dan emang di internet nggak ada satupun yang nggak cocok.  Apalagi review nya cukup bagus untuk mencerahkan dengan bahan alami… semacam dupe nya FTE SKII gitu, jadilah saya coba.  Nggak tanggung-tanggung lho saya beli langsung full size (sampai sekarang masih nyesel banget) karena yakin banget akan cocok.  Pas dicoba… eng ing eng…. muncullah bruntusan berjamaah.  Panik? iya.. Denial mungkin ini cuma hormon? mencoba…, walaupun akhirnya saya stop juga.  Produk ini fix akan saya lego nantinya, soalnya bagus banget sebenarnya.. di saya dapet bright nya tapi sayangnya dapet juga bruntusannya 😦

2. Laneige Trouble Relief Series

Saya beli ini versi travel size (untungnya) barengan sama Clear C.  Singkat cerita intinya produk ini juga nggak cocok di saya karena bikin tambah bruntusan hiks.

3. The Bath Box Lemon Muesli Mask

Frustasi liat muka dan harga skincare, akhirnya saya putar haluan ke skincare organik alias alami.  Setelah tanya-tanya mengenai produk yang pas untuk kulit saya ke customer service the bath box, akhirnya saya memutuskan untuk mencoba masker ini.  So far nggak breakout.. tapi karena ini masker untuk kulit berjerawat dan kulit saya yg bruntusan cuma di dahi jadi saya ngolesnya tipis-tipis aja.  Sekarang juga udah mulai jarang pake ini hehe.

4. The Bath Box Goat Don’t Lie Tea Tree

Sukaaaaa banget sama sabun ini! bisa dipake di muka dan badan sekaligus.  Sekarang-sekarang ini bruntusanku udah much much better banget, i don’t know which one does its job perfectly whether the mask or this.  Bahkan punggungku aja sudah bersyiiiih dari jerawat sekarang (YAY).

5. Oatmeal Mask

This is my holy grail mask! Baru 3 kali pakai but i see a major improvement on my skin.  Awalnya deg-degan juga pas coba..karena nggak semua cocok dengan oatmeal.  Tapi alhamdulillah banget aku cocok dengan oatmeal dan pastinya akan tetep aku pake sampai setelah melahirkan nanti.

6. Bioderma Sensibio Tonique

Sebenernya untuk toner aku bisa aja sih make avene..tapi emang dasar gatel tangannya jadilah aku beli juga toner ini.  Alhamdulillah kalau aku pakai toner ini dirumah i feel like i don’t need to wear any moisturizer karena udah lembab (dan emang dasar males banget juga sih make moisturizer hehehe).

To summarize, jadi skincare regime aku cukup pakai Cetaphil Cleanser – The Bath Box Goat Don’t Lie Tea Tree – Avene Eau Thermal Water – Bioderma Sensibio Tonique – Papulex Oil free Moisturizer (kalo mau pergi).   Seminggu 2-3 kali pake masker oatmeal, seminggu sekali pake masker Lemon Muesli, seminggu 2 kali pake masker hydration avene, dan seminggu 2 kali facial scrub dengan avene.  Cukup ribet but worth to try hehe.

Semoga buibu yang lagi hamil nggak bingung-bingung untuk nerapin skincare regime nya yaah… Tetep semangat merawat muka! 🙂

Cheers,

signature 1

Welcome to The Second Trimester!

Dear Readers,

Wah rekor nih setelah dilihat-lihat saya terakhir kali nulis 17 hari yang lalu! harus mulai komitmen menulis lebih sering lagi nih hehehe.  Anyway, BIG YEAY! . Itu adalah ekspresi saya di trimester kedua ini.  I’m so so soo happy with my pregnancy.  Alhamdulillah bisa melewati trimester pertama tanpa muntah yang kelewat banyak.  Sekarang mulai bisa makan apa aja yang ada di meja jadi nggak nyusahin orang-orang sekitar juga hihihi (setelah kemarin-kemarin pernah seminggu lebih cuma bisa makan pepes ayam aja -_-).  Jadi, di trimester kedua ini overall :

  • Selera & Frekuensi Makan 2x Lipat

Beneran deh ya.. kayaknya yang ada dipikiran cuma makan, makan, dan makan haha.  Tapi anehnya pas kontrol dokter terakhir berat saya turun sedikit (walaupun berat baby nya sedang), mungkin karena saya nggak banyak makan manis-manis kayak cokelat atau es gitu ya.  Saya pernah baca yang menambah berat baby itu adalah makanan berat seperti protein bukan yang manis-manis.   Iseng baca-baca di instagram ada yang usia kandungannya 24 minggu tapi sudah naik 19 kg while saya 17 minggu baru naik 3 kg saja!  setengah nggak percaya dan takut baby nggak tercukupi nutrisinya, tapi saya nggak merasa kurang makan juga selama hamil ini.  Jadi berpikir positif saja deh.  Semoga saja berat baby bisa cukup tanpa saya harus naik berat badan sampai 20kg hehehe.

  • Mual Berkurang

Alhamdulillah banget mual dan rasa ingin muntah mulai hilang sekarang jadi sudah bisa mulai makan sayur dan sari kacang hijau hehe.  Sekarang juga saya sudah bisa makan pempek dan cuka padahal sebelumnya anti banget.  Nah yang belum ada rasa ingin makan itu telur nih..  kemarin-kemarin mencium bau nya dari jauh saja sudah mual dan kalau saya makan yang mengandung telur bisa langsung muntah, jadi masih agak takut untuk makan telur lagi hehe.

  • Kedut-kedut di Perut

Sebenarnya nggak terasa sama sekali kedut-kedut di perut ini, tapi kok kalau lagi tiduran dan melihat ke arah perut seperti berkedut gitu.. apa ini jantungnya baby yah? hihi saya dan suami suka iseng melihat kedut-kedutnya dan amazed ada makhluk kecil didalam sana 🙂

  • Getting More Excited with USG

Saya pernah cerita kalau saya dan suami hobi banget sama USG.  YEP! habis gemes banget.. dan di kandungan saya yang memasuki trimester kedua ini baby nya sudah semakin besar dan semakin terlihat pergerakannya ketika USG.  Bahkan saat terakhir USG kemarin terlihat sedang menyilangkan kaki, gemes banget!

  • Kulit Kering dan Berjerawat

Duh kulit saya sekarang ini….. no comment deh.  Bruntusan whiteheads dimana-mana dan kulit badan juga menjadi kering.  Komitmennya tetep mau cantik pas hamil jadi sampai sekarang masih mencari-cari solusi nya hehe.  Karena kemarin-kemarin saya sempat tidak cocok memakai skincare dan breakout juga jadi tambah kacau balau deh.  Next post nanti saya akan bahas lebih lanjut mengenai skincare untuk ibu hamil ya.  Walaupun sampai sekarang masalah yang satu ini belum bisa terselesaikan ckckck.

  • Lebih Hati-hati

Jadi ceritanya pas trimester pertama bisa dibilang kehamilan saya agak ‘badak’ ya.. jalan dari pagi sampai malam masih ok (tapi nggak tiap hari sih paling sekali atau 2 kali seminggu gitu), nah sekarang masih berpikiran yang sama dong.  Ternyata oh ternyata kemarin-kemarin karena sempat ‘accident‘ sedikit dan saya yang sering naik turun tangga dirumah jadilah malamnya perut saya kaku.  Udah gitu pas paginya perut bagian bawah rasanya mau copot.  Langsung deh kapok dan bed rest.  Jadi buibu jangan kelewat aktif ya.. tetep sadar kalau di perut ada baby.. hahaha.

Bener banget kalau yang dibilang di buku-buku trimester kedua adalah yang paling menyenangkan.  Soalnya di trimester ini kita mulai nyaman untuk makan dan baby yang makin besar juga bikin makin semangat dan happy!  Kalau saya pribadi yang paling menyenangkan itu melihat baby bump nya hahaha.  Kayaknya kemarin-kemarin belum terlihat eh sekarang udah makin ndut aja perut nya 🙂

Sehat-Sehat ya Sayangnya Papa Mama :*
Sehat-Sehat ya Sayangnya Papa Mama :*

See you on the next post!

Cheers,

signature 1

 

1 Kata Paling Indah : Bersyukur

Sebenarnya udah 15 minggu tapi milestone 12 minggu nya kelewatan.. gapapa lah ya :)
Sebenarnya udah 15 minggu tapi milestone 12 minggu nya kelewatan.. gapapa lah ya 🙂

Dear Readers,

Pagi ini saya, yang habis muntah 2x sejak semalam, duduk di depan laptop sembari minum susu cokelat panas dan mencoba untuk menyatukan kata-kata yang ada di pikiran saya menjadi sebuah tulisan.  Tiba-tiba kata ini muncul dan mengingatkan saya betapa banyaknya yang harus saya syukuri.

Ketika saya mengalami mual dan muntah, hal yang ada dipikiran saya adalah betapa nggak enaknya perut yang terasa diaduk-aduk dan dikeluarkan isinya pada saat yang bersamaan.  Padahal ribuan atau jutaan perempuan diluar sana yang ingin merasakan mual yang saya rasakan.

Ketika suami belum sampai kerumah, hal yang ada dipikiran saya adalah apa yang terjadi dengan kereta yang terlambat datang atau apa yang menyebabkan kemacetan begitu parah di jakarta.  Padahal harusnya saya menunggu dengan sabar sambil memikirkan hal positif dan bersyukur memiliki seseorang yang saya tunggu.

Ketika saya tidak dapat berhenti makan setiap 2 jam sekali dan terbangun di tengah malam, hal yang ada dipikiran saya adalah kenapa saya tidak dapat berhenti makan dan tidur dengan nyenyak sepanjang malam.  Padahal ratusan atau bahkan ribuan ibu hamil diluar sana yang harus diinfus karena tidak dapat mencerna makanan.

See?

Hal-hal itu sangat practical, nyata, dan mungkin beberapa pembaca saya juga alami.  Kenyataannya kita semua memiliki hal-hal positif yang tersembunyi dibalik hal yang negatif.  Cuma versinya aja yang beda-beda.

Tulisan ini juga mengingatkan saya untuk mencoba bersyukur dan berterimakasih kepada Sang Pencipta daripada terus-menerus meminta.  Pernah nggak sih kita berdoa untuk berterimakasih? kayaknya lebih banyak untuk meminta ya :p

Kalau kata orang orang bersyukur itu adalah orang yang paling berbahagia, mungkin ada benarnya juga. Mau dikasih kejutan maupun cobaan, orang yang bersyukur akan selalu bisa melihat sisi positifnya.

Jadi, sudah bersyukur belum hari ini? 🙂

Cheers,

signature 1

Say Hello to Week 5 – 11

Dear Readers,

Time flies.  Saat ini usia kandungan saya telah 11 minggu.  Sebenernya hampir sama dengan post – post sebelumnya, badan saya masih pegal – pegal dan perut juga masih mual.  Nggak sabar rasanya untuk segera mengakhiri masa-masa mual ini supaya bisa makan yang lebih bergizi 😦

Oiya untuk badan pegal-pegal (terutama pinggang) saya mencoba anjuran salah satu dokter yaitu dengan makan melon dan pir berikut dengan bagian bawah melon (persis setelah kulit) yang agak keras dan bagian kulit pir juga dimakan.  Hasilnya pinggang saya nggak pegal lagi dan frekuensi BAB lebih teratur (karena biasanya ibu hamil mengalami sembelit).

Satu hal yang paling dinantikan ketika hamil muda adalah….USG! hahaha.  Saya dan suami excited  banget untuk pergi ke dokter dan melihat perkembangan baby.  It’s just so amazing to see the growth, the heart beat, the movement… can’t wait for another visit!

IMG_0456
7 Weeks
IMG_0457
9 Weeks

Reaksi ketika melihat hasil USG…. GEMES! haha.  Pas 7 minggu baby masih keciiil banget while di 9 minggu sudah mulai bergerak-gerak (makanya gambar nya nggak jelas dan agak sulit nge klik pas di jantung nya :D).  Jadwal USG berikutnya masih 2 minggu lagi nih.. nggak sabar hehehe.

Anyway, nggak ngerti saya aja yang kelewat rajin dan excited atau gimana, tapi saya sudah selesai list perlengkapan baby lho.. hahaha.  List ini sudah saya lengkapi dan merupakan campuran dari beberapa blog dan list perlengkapan baby lainnya.  Jadi insya Allah sudah lengkap.  Kalau ada yang kurang please let me know 🙂

List perlengkapan baby bisa di download disini .

Cheers,

signature 1

The Art of Having Nausea During Pregnancy

Dear Readers,

Mengalami mual dan muntah merupakan hal yang wajar dalam setiap kehamilan.  Sometimes i do want to throw up when the nausea becomes worst.  Alhamdulillah pada kehamilan saya yang hampir 10 minggu saat ini, saya hanya muntah 4 kali, 1 kali di food court pameran, 1 kali di food court mall, dan 2 kali dirumah.  Kalau mual nya sih jangan ditanya, hampir setiap waktu saya mengalami mual hehe.  Kok bisa sih cuma muntah 4x sampai sekarang? saya malah lebih heran lagi sama yang nggak mengalami mual dan muntah sama sekali hehehe.

Faktanya, reaksi dari perubahan hormon selama kehamilan dirasakan setiap orang berbeda-beda.  Ada yang mual banget sampai 3-4 kali muntah dalam sehari, ada yang nggak mual dan muntah sama sekali, ada yang di awal kehamilan nggak mual tapi baru mual di akhir masa kehamilan, dan ada juga yang medium kayak saya mual dan muntah tapi masih dapat diatasi.  So, i have a few tips untuk mengatasi mual dan muntah ini:

  1. Setiap orang punya respon berbeda terhadap perubahan hormon.  Jadi jangan terpengaruh lingkungan yang bilang kalau kamu pasti akan mual di bulan-bulan pertama kehamilan.  Sugesti positif diri sendiri kalau kamu punya case berbeda.  Ibu dan mertua saya selalu bilang kalau mual dan muntah pasti terjadi sampai kehamilan 4/5 bulan.  Tapi saya nggak mau terpaku dengan itu, karena saya akan punya case berbeda, saya akan mampu melewati masa kehamilan ini tanpa mual dan muntah yang parah.

2. Saya selalu membayangkan makanan yang saya inginkan dahulu sebelum makan.  Memang sih jadi sedikit merepotkan tapi saya percaya makanan yang masuk tanpa dimuntahkan akan lebih baik daripada makanan yang masuk sebentar trus muntah lagi.  Ini bukan ngidam atau apa, tapi for the sake of the baby, coba untuk makan makanan yang dalam pikiran kamu bisa makan dan nggak dimuntahkan lagi.

3. Makan sedikit-sedikit tapi sering.  Jangan makan ketika udah laper banget, tapi ketika kita merasa akan lapar.  Jadi bawa cemilan kemanapun kita pergi supaya bisa ngemil anytime hehe.

4. Selalu bawa plastik kecil dan tisu basah+kering.  Kita nggak pernah tahu kapan mual kita akan bener-bener nggak bisa ditahan dan akhirnya muntah.  Jadi selalu bawa plastik untuk jaga-jaga dan tisu basah serta kering untuk membersihkan tangan dan mulut kita.

5. Selalu isi kembali perut kita setelah muntah.  Karena isi perut kita sudah dikeluarkan ketika muntah, jadi setelah istirahat sebentar dan perut membaik isi kembali perut kita.  Nggak usah terburu-buru, take a deep breath.  Karena muntah itu bener-bener nggak enak hehehe.

6. Selalu bicara sama suami tentang apa yang kamu rasain.  Saya selalu ngomong sama suami saya kepengen apa, saya sedang ngerasa gimana, karena dukungan orang terdekat kamu sangat penting.

7. Selalu sedia air putih (kalau saya suka sedia air zamzam di tas) dan permen asem manis (saya paling suka nanonano) untuk mengurangi mual.

8. This too shall pass. Semua ini akan berlalu kok, so enjoy your pregnancy!

Cheers,

signature 1