Tips Menurunkan BB Setelah Melahirkan

Dear Readers,

Judulnya eye catching sekali ya hahaha.  Pasti mamak-mamak yang sudah melahirkan suka banget nih 😀

Sejujurnya saya nggak ada niat untuk diet.  Jadi semuanya berdasarkan kebetulan.  Kebetulan yang nggak enak semua sih… karena saya sempat kena demam berdarah dan hemorroid.  Jadi awalnya turunnya itu karena SAKIT.  Duh nggak enak banget deh buibu jangan sampe ya.

BB saya naik hingga 23kg menjadi 75kg saat hamil Rafi.  Lalu karena begadang dan lain-lain akhirnya turun menjadi 65kg.  Trus mandet tuh :p habis sakit demam berdarah pun turunnya ke 63kg aja.

Nah yang paling menyusahkan adalah ketika saya kena Hemorroid atau istilah kurang kerennya ambeien yang membuat saya harus makan banyak serat.  Nah, sejak itulah berat badan saya turuuuuun terus (perlahan sih mungkin 2kg kali ya per bulan).

Jadi tips saya untuk ibu-ibu menyusui yang ingin menurunkan berat badan :

1. Makan Banyak Serat

Ini penting pake banget.  Selain cukup mengenyangkan, ini sangat baik untuk mencegah hemorroid karena ibu-ibu yang baru melahirkan sangat rentan terkena hemorroid.  Kalau saya biasanya makan 2-3x sehari.  Makannya bukan cuma sesendok ya buibu.. semangkok.  Kalau perlu 1 ikat bayam sendiri (ini saya jalankan sendiri), sampai-sampai saya dibilang popeye sama orang rumah hahaha.

2. Jangan Makan Setelah jam 7 Malam

Nah kalau saya memang jadwal makannya jadi berubah ni.  Sarapan jam setengah 7 pagi sebelum memberi rafi makan, lalu jam 10/11, makan siang jam 2, makan terakhir jam 5.  Jam setengah 7 malam saya cuma makan sayur aja semangkok.  Kadang agak kriuk kriuk dikit sih tengah malem :p tapi saya suka males turun kebawah jadinya bablas deh sampai pagi.

3. (Kalau bisa) Olahraga

Saya ngertiiiii banget yang namanya masih punya anak bayi itu rempongnya gimana.  Apalagi kalau nggak ada yang membantu dirumah hehe.  Makanya kalau dulu saya pake ergo baby aja jalan keliling komplek.  Lumayan banget lho keringetan karena sambil gendong baby haha.

4. Kurangi Makan yang Berlemak

Nah ini awalnya karena ketika saya periksa ke dokter penyakit dalam perihal hemorroid saya.  Dokter bilang empedu saya bermasalah (?) yang intinya baiknya mengurangi makanan berlemak seperti keju dan kawan kawan.  Jadi selama beberapa minggu memang saya mengurangi makanan berlemak.  Walaupun sekarang udah nggak sih :p

5. Makan Sedikit tapi Sering

Yap, ini bener banget.  Lebih baik porsi sedikit-sedikit tapi sering daripada jarang tapi langsung banyak.  Tapi makan beneran loh yaa (nasi, makan berat) bukan cemilan.. karena sebenarnya cemilan ini juga bikin susah turun bb hehe.

 

Sekian tips dari saya.. simple banget yaa hehe.  Tips-tips diatas sudah saya jalankan lho sekarang berat saya sudah 53kg lagi sudah kembali ke berat sebelum hamil hehehe soalnya saya punya target untuk kembali ke berat awal sebelum hamil lagi :p

Semoga bermanfaat ya, see ya on the next post!

 

signature 1

 

3rd Trimester

Dear Readers,

Maafkaaaaaan saya yang sudah absen 2 bulan menulis blog hehehe.  Di satu sisi saya sedang padat mengurus online shop saya, di sisi lain tiap weekend ada aja yang harus diurus berkaitan dengan kehamilan 🙂

Anyway, sekarang saya sudah memasuki minggu ke 33…istilahnya 8 bulan lebih 1 minggu! time flies 🙂 .  Saya juga nggak menyangka kemarin-kemarin masih menunggu tendangan si kecil while sekarang sudah sangat terbiasa dan kadang meringis sendiri kalau si kecil mulai ‘berputar’ didalam sana.

Nah, apa saja sih yang saya rasakan di trimester ketiga ini?

Kondisi Fisik Menurun

Ini nggak bisa dihindari… faktanya kalau sedang hamil tubuh kita jadi lebih sensitif dan rentan penyakit, ini saya rasakan sekali.  Sebelum hamil makan es krim masih okelah walaupun dihindari untuk terlalu sering karna saya ada amandel.  Saat hamil ini saya hanya mencoba es sedikit saja tenggorokan saya rasanya sudah meradang.  Jadi mau nggak mau saya harus menghindari es dan gorengan terlalu banyak.  Oiya obat manjur alami buat saya hanya madu dan sari kurma saja hehe.

Pelvic Pain

Gosh, ini yang saya nggak antisipasi.  I don’t know the pelvic pain would be this bad.  Saya pikir cuma ngilu-ngilu biasa aja.  Tapi ternyata ini ngilu sekaliiiiiii.. ditambah posisi bayi saya yang masih sungsang menambah rasa sakit di bagian pelvic.  Untuk jalan saja rasanya sulit makanya even dirumah pun saya males jalan kemana-mana 😦 .  Untuk mengatasi ini saya bertanya pada instruktur yoga hamil saya gerakan-gerakan apa yang dapat membantu mengurangi rasa sakitnya.. and it works! memang nggak hilang 100% sih tapi membantu sekali mengurangi ngilu nya.

Sulit Mencari Posisi Tidur

Setiap ibu hamil pasti tau sulitnya mencari posisi yang nyaman saat tidur. Lalu saat sudah nyaman ingin ke toilet hahaha itu selalu terjadi dengan saya. Tapi satu hal, saya nggak tau kenapa memang di trimester ketiga ini saya jarang back pain.  Aneh ya? disaat ibu hamil lain justru mengeluh sakit pinggang.  Saya juga nggak paham apa karena saya yoga atau karena bantal ini :

mc wedge pillow

Namanya Mothercare Wedge Pillow kalau tidak salah.  Awalnya saya membeli bantal ini sebagai support pillow di mobil.  Tapi ternyata malah kurang nyaman hehehehe jadi saya pakai untuk tidur dan mengganjal bagian pinggang bagian kanan (karena kalau tidur menghadap kiri sekarang pelvic saya sakit sekali).  Anehnya saya tidak pernah merasa sakit pinggang sejak saya tidur dengan bantal ini..alhamdulillah.

Yoga

Sebenarnya saya juga nggak rajin-rajin banget yoga.. hanya seminggu sekali saat suami bisa mengantar.  Tapi menyenangkan sekali ikut yoga karena bisa bertemu dengan sesama ibu hamil, berbagi cerita, bertanya-tanya (apalagi untuk calon ibu baru seperti saya), sekaligus berolahraga.  Saya biasa yoga di nujuhbulan, lebih tepatnya di bintaro karena suasananya yg homey sekali dan santai.

Semakin Jarang Bepergian

Jujur saja saya sangat jarang bepergian saat trimester ketiga ini karena takut kelelahan.  Some people understand, some people judge, but whatever.  Bagi saya, kehamilan ini yang utama.  Saya juga selalu diantar suami atau supir  atau keluarga kemanapun saya pergi.  Bukannya gimana-gimana, emangnya kalau saya tiba-tiba jatuh atau mules atau apa siapa yang mau bertanggung jawab? .  Menurut saya, sebagai ibu hamil kita berhak untuk sedikit egois, karena didalam tubuh kita ada 2 nyawa.. so please be smart for the sake of yourself and your baby.  Saya nggak mengatakan bahwa kita nggak bisa atau nggak boleh kemana-mana di trimester ketiga ini, tapi berikan batasan sampai mana tubuh kita mampu dan kondisi apa yang kira-kira memungkinkan untuk kita bepergian.  Nggak mau menyesal di kemudian hari kan? 🙂

Love Yourself Unconditionally

Selama hamil tentu banyak sekali perubahan pada tubuh kita, seperti jerawat, stretchmark, kulit yang kusam, kaki yang bengkak, dan banyak lagi.  I do feel uncomfortable sometimes.  Merasa diri nggak cantik lagi, bentuk badan semakin nggak karuan, macem-macem pokoknya! .  Disinilah menurut saya kita harus tetap percaya diri dan menyayangi diri kita apa adanya.  Tentunya dukungan orang sekitar kita dapat mempengaruhi pikiran kita.  Lucky me, my husband always say i am beautiful every single day though i am a tiger momma now :p. 

Nggak berasa sebentar lagi yang di perut bisa dipeluk-peluk hehehe.. bismillah semoga lancar semuanya.  Nggak sabar untuk share foto baby pas udah lahir nanti 🙂

with love,

signature 1

 

How to Prevent Conflict Before your Wedding Day

Dear Readers,

Based on my experience, a few months during preparation period before wedding day is the most critical part for the couple and both of the families.  There are maaanyyyy things to be decided, and if we don’t know how to deal with it……it could lead to a disaster.  There are many couples cancel their wedding because of misunderstanding or disagreement regarding their wedding traditional theme, or even….. budget.  So it’s really important to set your mindset and attitude right towards those problems.  Keep Calm, It’s Only A Wedding !

1. Be a Good Listener

It’s true that this is your wedding, but we can’t deny especially in Indonesia that a wedding  becomes a family event where parents are also take part in deciding many things.  So it’s important to listen to their opinion and ask for some major things like catering or venue to both families.  Moreover, i’m sure they went to many wedding events before so maybe they could give a good suggestion. We never know, right? 🙂

2.  Discuss

I’m not saying to follow all the suggestions because not all of those fit with us,  but at least try to discuss and speak up the concerns.  Almost every part of a wedding is sensitive issue, either to you or your fiance or both families.  If there’s any disagreement then through discussion i hope there will be a win win solution for all.

3. Compromise

This is the key.  Compromise everything.  It’s not YOUR wedding and YOUR family’s event only, but it’s for you BOTH.  So try to compromise.  For example in Indonesia both of families maybe come from different parts of Indonesia and of course have a different tradition as well, then you can try to mix it or use one for reception and one for akad to be fair.

4. Be a Stronger You

There will be times when you just want to scream out loud and think of nothing.   Be stronger, for you and your fiance.  Refresh your mind by having a quality time without any wedding talks.  You will miss the time when you’re busy preparing everything soon.  This too shall pass!

5.  Just Let It Go

There are 2 choices for us in every problem.  Fight it until the end or just let it go.  If i were you, brides to be, i will choose the second.  Why? because your marriage is for a lifetime.  His family will become yours too so just let it go.  If it’s not a major things, just let it go.  This often forgotten… remember, the first and the most important thing is you gonna marry your love, everything behind comes a second.

Enjoy The Process, Girls!
Enjoy The Process, Girls!

Those tips work for me and my husband during our wedding preparation period.  So i hope those work for you too 🙂

Cheers,

signature 1

My Brideseries Review

Dear Readers,

Di post kali ini saya akan review salah satu hal kecil yang sering terlupakan saat pasangan merencanakan pernikahan : sepatu.  Kenapa penting? well di pernikahan itu kita akan berdiri lama banget.  It’s gonna be a nightmare kalau sepatu kamu bikin pegel, nggak nyaman, bikin lecet, sempit, dan lainnya.  Selain itu, mungkin nggak banyak orang sadar ya tapi buat saya penting sepatu matching sama pasangan dan warna baju kita hehehe.

Pertama kali mendengar merek ini saya langsung penasaran dengan review nya yang nyaman.  Kebetulan saat itu saya belum mendapatkan sepatu yang pas jadi saya langsung datang ke workshop nya Brideseries di daerah Tanah Kusir.  Kebetulan saat itu bisa bertemu dengan owner Brideseries yaitu mbak Nefrin yang ramah banget dan sabar ngelayanin saya yang banyak mau hehehe.  Sebenarnya aku membuat sepatu di Brideseries 4 pasang, tapi di post ini saya akan review 2  pasang aja yang saya yakin udah bisa mewakili kualitas Brideseries.

Sepatu berwarna emas ini kita bikin untuk resepsi yang bernuansa merah – emas.  Mbak Nefrin menawarkan untuk membuat warnanya lebih ’emas’ lagi, tapi saya pikir kenapa nggak bikin sepatu yang bisa dipakai berkali-kali? hehe.  Jadi diputuskan lebih ke warna kulit yang netral dengan menonjolkan warna payet yang berwarna emas dan swarovski nya yang cantik banget.  Oiya yang bikin tambah cantik, kalau diperhatikan sebelum dipayet bagian bawahnya itu dibordir lebih dulu jadi hasilnya lebih rapi dan terpola.

IMG_0429[1]

IMG_0428[1]

Setelah warna, mbak Nefrin bertanya mengenai tinggi heels nya.  “12 cm aja tinggi nya gimana? nanti platform nya 5cm.. nyaman kok”, duh saya langsung deg-degan karena nggak pernah pakai hak yang setinggi itu.  Apalagi dulu waktu kecil pernah keseleo gara-gara pakai hak tinggi jadi makin worry deh saya hahaha.  Pas dicoba, ya ampun ternyata nyaman banget! empuk dan nggak berasa tinggi karena platform depannya yang cukup tebal 5 cm, jadi 12 cm rasa 7 cm hehehe. Karena pas itu datengnya sama suami (pas itu masih calon :p ) jadi minta pendapat dong… dan pendapat suami positif.  Udah gitu suamiku tinggi jadi berasa kurcaci kalau pake heels pendek 😦

IMG_0430[1]

Ada 2 pilihan jenis hak, hak plastik dan hak kayu.  Sebenarnya katanya hak kayu lebih kuat karena tersambung langsung dengan bagian atas jadi mustahil hak patah.  Tapi akhirnya saya lebih memilih hak plastik karena hak nya yang tipis membuat penampilan lebih cantik.  Soal kenyamanan baik hak plastik atau hak kayu sama-sama nyaman kok.

Untuk sepatu laki-lakinya, bordiran dan swarovski disesuaikan dengan pasangan.  Karena tinggi nya pasti cuma hak pendek aja jadi no worry dan yang penting SAMA 🙂

Nah terakhir kalau udah nyaman dan design nya oke pastinya harus oke di budget juga dong hehe.  How much is it?  mungkin kalau dibandingkan dengan yang biasa di Department Store pastinya lebih mahal karena ini customized.  Tapi harganya worth it banget dengan kenyamanannya dan itu juga bisa depends on model, seberapa tinggi heels kamu, dan seberapa banyak swarovski yang ingin dipasang.  Waktu penyelesaiannya juga hanya 3 minggu saja, so overall i give Brideseries 5 stars! .

Semoga review ini berguna yaa 🙂

Cheers,

signature 1

How To Plan A Traditional Wedding

Dear Readers,

Us, woman, must have dreamt about this sacred-yet-magical moment called wedding since we were a little girl.  I must say what i dreamed when i was little was me wearing princess dress walking the aisle, but as time goes by my dream changed into me wearing traditional costume and head accessories hehe. it’s just b-e-a-u-t-i-f-u-l, georgeous, different, and i want it to be my first and last time wearing them.  The details of my wedding day and all will be on the next posts. So this is just a hint :p

IMG_9063
Head Accessories for Akad : Bearable
IMG_0274
Too heavy 😦

I’m sure everyone has their own opinion and reason in choosing between international or traditional style of wedding.  It’s a personal choice and not judgeable 🙂

Anyway, planning a wedding is never easy.  In Indonesia it’s common to invite a lot of guest like 1000 or more.  Mine was 2000 something.  It takes a lot of compromise between couple and both families. Take a deep breath, girls.

1. Budget

This is the most crucial thing.  You gotta have to sit with your parents, your fiance and your parents in law to set the realistic budget and who will pay all the bills. Of course budget will be up to how many guests that will be invited. This is so sensitive so be careful.

2. Place

For Akad we had it at my private residence while the reception was held at Balai Sudirman.  We were just lucky to be able to use it because usually it’s sooo difficult to book it in less than a year.  Fortunately we didn’t have any specific date so we would just have a wedding on its available date.  I remember when i was a little i came to one wedding in Balai Sudirman and i said to my dad, ” Dad, i’d like to have my wedding here later on”.  So it’s just a dream came true 🙂 . Just 1 thing, after a while i just realized that in Balai Sudirman there was no carpet…actually it could add an elegance to the theme.  Perfectionist problem 😦

3. Theme

We chose to have a traditional wedding, Palembang (one of the city in Indonesia) Traditional wedding to be exact because of our families came from Palembang and we just fell in love with its red-goldish theme.  We chose both Akad and Reception in Palembang Traditional style.  The difference was just the color theme, Akad we chose Pink (my fav colour, yeay!) and for Reception we stick to the original colour theme, red and gold.

4. Wedding Planner and Organizer

I’m so lucky that my best friend, Diska, was working in a Wedding Organizer.  So we just chose her recommendation, Blend Wedding Organizer.  In choosing wedding planner and organizer you gotta have choose based on trust.  They should be easy to be contacted, have extra patience, and experienced.  Because based on my experience, on the D-day you will have no power, you will not do any of operational things.  So what you can do is just trust them and believe that everything will be fine.

5. Catering

I read a lot of blogs, went to wedding expo (s), asked to our wedding planner, and etc.  After food testing we chose Dwi Tunggal Citra.  The food was tasty, the decoration was good, and the price was okay.  So a win win solution.  We had a feeling that the guest on our wedding will be a lot, i mean more than what we imagined.  So we prepared extra menus in case it’s not enough.

6. Decoration

This took longer than we thought haha.  We were so eager to find vendor that accomodate all of our wants with a specific budget.  After 5 then became 3 then 1.  We chose K’Jogja Decoration.  It was really great! a lot of flowers, great stage, i recommend this vendor to all brides who wants a lot but pay little :p seriously pm me for more info.

7. Photography

For this vendor, i hand it to my fiance.  He did some research through internet and asked many of his friends that like photographer.  After comparing one another we chose George Bharata and Maheza Studio.  I also very satisfied with this vendor and its natural shots.  Wait until you see the same day edit video! *tears of joy*

8. Sanggar

For those of you who plan to have a traditional wedding, you cannot forget this.  Do a lot of research regarding sanggar who has specialities in your chosen theme.  For our Palembang traditional theme we chose Sanggar Sriwijaya.

9. Souvenir and Invitation

Number of Souvenir and Invitation is set based on number of guests  invited and number of procession (s).  For me since i only have 2 processions: Pengajian and Akad+Reception then i need only 2 souvenirs.  The price is really vary but try to choose souvenir that usable.  I chose our own wedding planner to handle our invitation and for souvenir we bought them at Pasar Pagi.

038

On the next post i will share about my pengajian, stay tuned!

Cheers,

signature 1

How To Plan Your Prewedding Pictures Abroad

Dear Readers,

Rasanya seneng banget kalo datang ke kondangan dan melihat prewedding picts nya di luar negeri. Kayaknya romantis banget, apalagi kalo di negara favorit kita. Dalam hati, ‘Duh pengen deh.  Tapi pasti mahal banget’.  Well it doesn’t have to be that expensive! .  Di post kali ini saya akan share a few tips untuk merencanakan prewedding pictures abroad.

1. Where & Accomodation

Di negara mana? bagaimana akomodasi nya?.  Itu hal pertama yang harus kamu pikirkan dalam merencanakan prewedding di luar negeri.  Kalau memang ada kerabat yang tinggal di negara terkait kenapa nggak coba untuk menginap di rumah atau flat nya? Itu menghemat budget lho hehe.

2. Photographer

Berdasarkan pengalaman saya, saya tidak membawa fotografer dari Indonesia.  Jadi sekitar 3 minggu sebelum keberangkatan saya mencari fotografer di negara terkait dan mengirim email kepada mereka untuk mengetahui pricelist dan durasi foto.  Untuk hasil foto biasanya kita bisa minta hasil-hasil foto mereka sebelumnya.  Biasanya nanti beberapa hari setelah kita foto mereka akan memberikan link dropbox atau mengirim foto nya dalam bentuk CD ke Indonesia.  Percaya deh, biaya yang dikeluarkan jauh lebih murah daripada kita membawa fotografer dari Indonesia karena otomatis kita juga harus membayar akomodasi selama kita disana, and that’s a lot.

3. Make Up & Costume

Nah, ini nih.. kebetulan saya pun kemarin nggak terlalu prepare banget soal baju dan make up.  Bisa dibilang lumayan seadanya hehehe. Lebih baik dari Indonesia sudah direncanakan dengan matang apa tema dari foto prewedding kamu jadi bisa lebih disiapkan juga kostum dan make up nya.  Berhubung saya juga nggak jago-jago banget make up, jadi cuma bawa make up yang kira-kira saya perlukan dan senjata ampuh…. BULU MATA PALSU hahaha.  Mata jadi cetar seketika :p

4. Browse Prewedding Pictures

Ini juga kelewat nih kemarin.  Kelihatannya sepele tapi penting.  Karena kita nggak mengenal fotografernya dan hasil foto nya secara merinci lebih baik membawa contoh-contoh foto prewedding yang kita suka.  Oiya selain itu juga dengan browsing banyak foto prewedding kita juga jadi belajar gaya :p

5. Enjoy The Process

Masa-masa planning pernikahan itu melelahkan banget tapi juga nggak kalah menyenangkan.  Apalagi kalau sudah selesai, i do miss those moments hehe.  Nikmatin aja semua prosesnya.  Percayakan dengan semua vendor yang kita pilih that everything will be okay.

Terakhir, here some of my prewedding pictures..

reportage mariage

Shabrina-Lucky-001

reportage mariage

Shabrina-Lucky-071

See ya on the next post!

Cheers,

signature 1